Breaking News:

Idul Fitri 2020

Instruksi Risma ke Warga Surabaya saat Lebaran di Tengah Pandemi Corona: Larang Takbir Keliling

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga tak melakukan takbir keliling yang berpotensi memicu kerumunan saat Lebaran nanti.

Instruksi Risma ke Warga Surabaya saat Lebaran di Tengah Pandemi Corona: Larang Takbir Keliling
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Surat edaran dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait larangan takbir keliling di masa pandemi Covid-19

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga tak melakukan takbir keliling yang berpotensi memicu kerumunan saat Lebaran nanti.

Risma, secara resmi mengeluarkan surat edaran terkait itu kepada warga Surabaya.

Risma lebih menganjurkan untuk warga menggemakan takbir di rumah masing-masing, atau lewat media sosial atau elektronik di masa pandemi ini.

Beri Perhatian Lebih pada Anak Surabaya Pasien Covid-19, Wali Kota Risma Kirim Mainan & Buku Bacaan

Risma Dapat Bantuan 30 Unit Ventilator Untuk Penanganan Pasien Covid-19 di Surabaya

Rencana Risma Stop Tenaga Medis Gugur saat Wabah Corona, Buat Bilik Sterilisasi Khusus: Risiko Berat

Sedangkan takbir di Masjid atau Musala, dia meminta pengurus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Intinya itu meminta dengan sangat kepada seluruh warga masyarakat, takmir masjid untuk tidak melaksanakan takbir keliling," kata Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto, Jumat (22/5/2020).

Surat edaran dari Risma itu telah disebar untuk seluruh Camat dan Lurah serta takmir Masjid dan Musolla di seluruh Surabaya.

Kekhusyukan umat muslim dalam menyambut hari kemenangan tetap dianjurkan oleh Risma.

Sementara untuk takbir keliling di jalan raya atau dengan berjalan kaki dan mengumpulkan massa tidak diperkenan. Hal itu lantaran dalam masa pandemi ini tetap diminta social distancing dan physical distancing.

Eddy mengatakan di posko perbatasan juga bakal semakin ditingkatkan penjagaan dan antisipasi barangkali ada warga luar daerah yang menggelar takbir keliling yang akan masuk ke Surabaya.

Bila didapati, maka akan dicegat oleh petugas yang stand by di posko check point atau pintu masuk ke Surabaya.

"Jika kita temukan, maka akan langsung kita hentikan, kita tindak langsung," ungkap Eddy yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPB Linmas Surabaya.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved