Idulfitri 2020

Idul Fitri 1441 H di Tengah Pandemi Covid-19, PDIP Surabaya: Tak Bersalaman tapi Saling Memaafkan

DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ajak masyarakat sambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh syukur dan semangat gotong royong hadapi pandemi virus Corona

ISTIMEWA
Adi Sutarwijono saat menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat di Gununganyar, Sabtu (1/2/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mengajak masyarakat Kota Pahlawan menyambut Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah dengan penuh syukur dan semangat gotong royong menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mengajak warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Adi Sutarwijono melihat Hari Raya Idulfitri tahun ini dirayakan dengan cara berbeda dibanding tahun lalu, seiring adanya imbauan agar warga tetap di rumah, dan tidak menggelar halal bihalal yang mengumpulkan banyak orang, serta tidak pulang kampung atau berpergian ke luar kota.

”Kita bersilaturahmi dan saling memaafkan dengan tidak saling berjumpa fisik dan tidak bersalaman. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, kita saling bermaaf-maafan. Kita tidak bersalaman, tapi hati pasti saling memaafkan. Kita perkuat tali silaturahmi dengan cara yang lain,” kata Adi Sutarwijono, Sabtu (23/5/2020).

Adi Sutarwijono menambahkan, Hari Raya Idulfitri tahun ini juga diharapkan bisa memperkuat gotong royong nasional dalam balutan silaturahmi antarwarga.

Karyawan Swasta dari Surabaya Positif Covid-19, Karantina di Mojokerto, Bukan Klaster Pabrik Rokok

Wawali Whisnu Sakti Buana Minta Warga Surabaya Tak Gelar Takbir Keliling di Tengah Pandemi Covid-19

”Silaturahmi untuk memperkuat kohesivitas sosial harus diwujudkan dalam kerja gotong royong agar Surabaya dan Indonesia bisa melewati masa pandemi ini dengan baik,” papar Adi Sutarwijono.

Gotong royong yang dimaksud Adi Sutarwijono adalah bisa mengambil tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.

Adi Sutarwijono mencontohkan, warga yang bisa mengambil tanggung jawab dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, mulai cuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan orang, mengonsumsi gizi seimbang, dan rajin olahraga.

Wali Kota Risma Terima Bantuan dari Yayasan Rumah Kita untuk para Tenaga Medis di Surabaya

Sengketa Yayasan Sunan Ampel Surabaya, Pengurus Tunjuk Adik Menkopolhukam Sebagai Kuasa Hukum

Lebih lanjut, Adi Sutarwijono menyinggung sejarah halal bihalal yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno dan KH Wahab Chasbullah.

Bung Karno meminta pendapat Kiai Wahab terkait situasi bangsa ketika itu, di awal kemerdekaan, yang penuh gejolak.

Antarelemen ketika itu terpecah. Sehingga oleh Bung Karno, momentum Lebaran digunakan untuk membangun persaudaraan nasional.

Bansos Jilid 2 Pemkab Sidoarjo Tak Jadi Disalurkan sebelum Lebaran, Panja Penanganan Covid-19 Kecewa

Ending Pria Jubah Putih Cekcok dengan Petugas PSBB Surabaya, Mediasi Damai, Kapolres Silaturahmi

"Maka muncullah istilah halal bihalal, saling memaafkan dan saling menghalalkan. Maka dalam konteks saat ini, Lebaran menjadi tradisi yang menyatukan. Kita saling memaafkan, lupakan semua perbedaan, dan kita perkuat kerja-kerja untuk menangani Covid-19 serta memulihkan kualitas kehidupan rakyat,” katanya.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Mohon maaf lahir batin atas semua kesalahan, kekhilafan dan kelalaian,” pungkas Adi Sutarwijono.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved