Virus Corona di Tulungagung

13 Pasien Covid-19 Kluster Pabrik Rokok Tulungagung Dirawat di RSUD Kilisuci

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri memboyong 13 pasien positif Covid-19 dari klaster pabrik rokok Tulungagung untuk dirawat di RSU

istimewa
Para pekerja pabrik rokok Djarum Kudus yang secara serentak menerima THR yang naik meski sedang pandemi Covid 19 pada Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri memboyong 13 pasien positif Covid-19 dari klaster pabrik rokok Tulungagung untuk dirawat di RSUD Kilisuci, Selasa (26/5/2020) petang.

RSUD Kilisuci merupakan rumah sakit khusus penanganan Covid-19 di Kota Kediri. Seluruh pasien yang positif dari hasil tes swab berasal dari kontak erat karyawan pabrik rokok yang telah positif Covid-19.

Dr Fauzan Adhima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri menjelaskan, proses pemindahan masih terus berlangsung karena petugas menjemput pasien dari rumahnya masing-masing.

Dijelaskan dr Fauzan, pasien tersebut merupakan warga Kelurahan Tempurejo, Kelurahan Bawang dan Kelurahan Pojok.
Pasien tersebut berasal dari kontak erat hasil dari tracing pekerja pabrik rokok di Tulungagung yang sudah positif sebelumnya.

“Pasien ini orang tanpa gejala (OTG), jadi sebenarnya kondisinya sehat,” tambahnya.

Orang Tanpa Gejala sebetulnya bisa melakukan karantina sendiribdi rumah. Namun karena rumahnya sempit dan tempat tinggalnya berdekatan, tidak mungkin melakukan isolasi mandiri. Sehingga Pemkot Kediri memberi alternatif untuk melakukan isolasi di RS Kilisuci.

Sambut New Normal, Bawaslu Jatim Gelar Rapid Test Covid-19

Pemprov Jatim Mulai Diskusikan New Normal, Gubernur Khofifah: Turunkan Tingkat Penularan Covid-19

PSBB Sidoarjo Akan Ada Aturan Ganjil-Genap untuk Pasar Tradisonal

"OTG berpotensi untuk menularkan kepada orang lain bila tidak melakukan isolasi," jelasnya.

RS Kilisuci mulai menerima pasien pertama kali pada tanggal 22 Mei 2020, merupakan pasien isolasi dari Puskemas Ngletih, Kecamatan Pesantren dari kluster penularan yang sama. Kini total, terdapat 18 pasien OTG yang dirawat di rumah sakit khusus Covid-19 ini.

RSUD Kilisuci dioperasikan oleh para relawan tenaga kesehatan yang direkrut Pemkot Kediri. Sejak 19 Mei 2020 sudah mulai menangani pasien OTG Covid 19.

Sedangkan untuk pasien yang memiliki gejala klinis Covid-19 dan pasien sakit berat lainnya tetap dirawat di RSUD Gambiran.

Untuk penanganan pasien, RSUD Kilisuci tetap menerapkan protokol ruang isolasi Covid-19.

Semua area, mulai dari teras rumah sakit sudah termasuk zona merah sehingga pengunjung yang datang ke lokasi tersebut harus mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved