Virus Corona di Jember

Inilah Langkah Pemkab Jember Atur Para Pedagang di Pasar Tradisional

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember melakukan beberapa kebijakan sebelum pasar tradisional dibuka, pada 30 Mei nanti.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Pedagang berjualan dadakan di Jompo Jalan Sultan Agung menyusul ditutupnya Pasar Tanjung Jember, Kamis (28/5/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember melakukan beberapa kebijakan sebelum pasar tradisional dibuka, pada 30 Mei nanti.

Seperti diberitakan, bupati Jember menginstruksikan penutupan pusat perbelanjaan dan pasar mulai 23 - 29 Mei 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jember, Gatot Triyono mengatakan, ada sejumlah langkah yang dilakukan oleh gugus tugas menyusul penutupan tempat yang dituding mendatangkan keramaian dan kerumunan orang tersebut.

"Ada sejumlah langkah yang diambil oleh pemerintah daerah melalui gugus tugas selama penutupan ini," ujar Gatot yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jember kepada TribunJatim.com, Kamis (28/5/2020)

Beberapa langkah dan kebijakan yang dilakukan oleh gugus tugas antara lain, pembersihan dan penyemprotan pasar dan pusat perbelanjaan. Pembersihan dan penyemprotan itu dilakukan selama masa penutupan.

Selain itu, gugus tugas juga mendata pedagang pasar tradisional untuk penyaluran bantuan. Gatot menuturkan, Pemkab Jember akan memberikan bantuan kepada pedagang yang terdampak akibat penutupan tersebut. Bantuan itu berupa sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula juga uang tunai Rp 100.000.

Terbongkar Isi Chat WhatsApp & IG Penyebar Video Syur Mirip Syahrini, Aisyahrani Syok: Publik Kenal

VIRAL Janda Muda Nikahi Pria dengan Keterbatasan Fisik, 1 Tahun Kemudian Sikap Berubah dan Dihujat

Apa itu New Normal? Begini Penjelasan Sekda Kota Malang

"Tim juga melakukan rapid test kepada pedagang. Ada sekitar 5.000 orang pedagang di pasar tradisional yang dikelola oleh Pemkab Jember," imbuhnya.

Pemkab Jember memiliki 29 pasar tradisional yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Jember. Pada Kamis (28/5/2020), rapid test dilakukan di empat pasar tradisional yakni Pasar Kepatihan dan Pelita Kecamatan Kaliwates, juga Pasar Kreongan dan Bungur Kecamatan Patrang. Berdasarkan data, jumlah pedagang di empat pasar itu mencapai 747 orang pedagang.

Karenanya petugas dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan yang tergabung di Gugus Tugas Covid-19 menyediakan alat tes sesuai dengan jumlah pedagang yang terdata. Dari pantauan Surya, pedagang bergiliran mendatangi lokasi pengambilan darah untuk uji cepat tersebut.

Namun hingga Kamis (28/5/2020) malam, Gatot belum membeber data berapa jumlah pedagang dari empat pasar yang mengikuti rapid test tersebut. Karenanya, juga belum ada keterangan dari juru bicara tersebut tentang hasil uji cepat tersebut, apakah ditemukan pedagang yang reaktif atau tidak. Rapid test itu merupakan upaya dini skrining penyebaran Virus Corona di Kabupaten Jember.

Ketika pasar sudah dibuka nanti, pedagang akan diteta lebih ketat supaya mematuhi aturan jaga jarak. Gatot menambahkan, pedagang juga akan dibekali dengan alat pelindung wajah, selain juga harus bermasker.

"Juga ada pendataan usia pedagang. Nantinya pedagang yang berusia di atas 50 tahun akan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Karena mungkin akan ada opsi yang berusia di atas 50 tahun tidak dibolehkan berdagang, seperti dalam peraturan baru di periode new normal," kata Gatot Triyono kepada TribunJatim.com.

Sementara itu fakta di lapangan, meskipun pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario terhadap para pedagang pasar tradisional, sejumlah pedagang di beberapa pasar yang ditutup tetap berjualan. Mereka memindahkan lokasi jualan mereka di luar area pasar yang ditutup oleh pengelola pasar. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved