PSBB Malang Raya

Banyak Istilah Baru Saat Pandemi Covid-19, Bikin Warga Malang Bingung

istilah New Normal dan Physical Distancing di saat pandemi virus Corona atau Covid-19 ini ternyata membuat bingung masyarakat Kota Malang.

ISTIMEWA/Satpol PP Kota Malang
Petugas Satpol PP Kota Malang saat memberikan imbauan dan teguran kepada para pelaku usaha yang masih nekat buka pada saat penerapan PSBB di Kota Malang, Rabu (20/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Istilah-istilah baru dalam bahasa Inggris seperti New Normal dan Physical Distancing di saat pandemi virus Corona atau Covid-19 ini ternyata membuat bingung masyarakat Kota Malang.

Kebingungan tersebut terlihat dari beberapa postingan dan komentar mereka di forum publik seperti Komunitas Peduli ASLI Malang ataupun Info Malang Raya yang ada di media sosial Facebook.

Masyarakat pun banyak yang masih tidak mengetahui istilah tersebut dan tidak peduli dengan istilah-istilah yang semakin banyak muncul saat pandemi virus Corona atau Covid-19 ini.

Komentar dari mereka pun cukup beragam, mulai dari istilah tersebut yang diplesetkan, hingga memberikan komentar yang cukup beragam.

Seperti yang diucapkan oleh akun Facebook Anisya Bachlia yang kebingungan dengan istilah New Normal yang rencananya akan diterapkan setelah PSBB Malang Raya berakhir.

Dia pun tidak peduli dengan semakin banyaknya istilah baru saat pandemi virus Corona atau Covid-19 ini.

Menurutnya, meskipun menggunakan banyak istilah, yang penting dirinya bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya.

Seluruh Personil Polsek Sukolilo Jalani Rapid Test, Hasilnya Non Reaktif

Ketua Himpsi Jatim Sebut New Normal Seperti Membiasakan Pakai Helm, Protokol Kesehatan Harus Jelas

Nahas Petani Gresik Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Begini Pilunya Keluarga, Sudah Takdir

"Habis PSBB sekarang New Normal. Istilah apalagi ini? Rakyat sudah capek. Terserah mau bikin istilah apalagi. Yang penting bisa segera kerja, biar bisa makan," tulisnya.

Hal senada juga diucapkan oleh Surya Agung salah satu warga Kota Malang yang sebenarnya tidak memahami istilah-istilah yang ada pada saat pandemi Covid-19.

Dia menyampaikan, bahwa Covid-19 ini tidak hanya membuat semua sektor menjadi rumit, tetapi dengan istilah-istilah baru ini malah membuat masyarakat semakin rumit karena kebingungan.

Halaman
1234
Penulis: Rifki Edgar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved