Virus Corona di Gresik
Terdampak Pandemi Covid-19, Dalang di Gresik Pilih Gelar Pentas Wayang Online Kemanusiaan
Seorang dalang asal Kecamatan Cerme, Gresik, Ki Puguh Prasetyo, mengatakan saat ini sedang tidak ada pemasukan dari pertunjukan wayang
Penulis: Willy Abraham | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pandemi virus Corona atau Covid-19 memiliki dampak besar keberlangsungan konser wayang yang biasanya ramai dikunjungi orang. Alhasil, para pekerja seni itu tidak memiliki penghasilan.
Seorang dalang asal Kecamatan Cerme, Gresik, Ki Puguh Prasetyo, mengatakan saat ini sedang tidak ada pemasukan dari pertunjukan wayang.
Pertunjukan ini vakum sejak pihak kepolisian mencabut izin keramaian pada pertengahan Maret lalu sebagai upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19.
"Sudah tiga bulan ini para sinden, pengrawit, tukang panggung, bagian peralatan wayang kulit ini terpuruk masalah ekonomi. Mereka semua curhat ke saya," ucapnya kepada TribunJatim.com, Jumat (5/6/2020).
Mendengar kondisi ekonomi rekan-rekannya yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Puguh berinisiatif menggelar pentas wayang secara online. Pentas kemanusiaan agar para pekerja seni inu bisa tetap eksis di tengah pandemi.
• Bocor Pesan Khusus Ibu Mertua ke Mulan Jameela, Istri Dhani Girang Memuji: Cinta Sama Eyang Mama
• BREAKING NEWS: Dua Pemain Arema FC Reaktif Covid-19 seusai Jalani Rapid Test
• Aspirasi Dipenuhi, PKB Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Bantu Pesantren Hadapi New Normal
Pentas wayang kulit untuk kemanusian yang akan ditayangkan secara online dengan membuka donasi dari masyarakat yang hasilnya nanti disumbangkan bagi para pekerja seni pertunjukan, khususnya pentas wayang kulit yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19.
"Pentas tetap bisa dinikmati secara umum. Semua orang bisa login dan biaa ikut donasi. Kasarannya kami ini sedang mengamen," ucapnya kepada TribunJatim.com.
Diharapkan gelaran pentas wayang kulit secara daring ini bisa menjadi energi bagi para pekerja seni yang selama ini tidak ada penghasilan sama sekali.
Pentas wayang kulit untuk kemanusiaan akan digelar di sanggarnya yang berlokasi di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme. Pentas tersebut tetap akan mengacu standar protokol kesehatan pencegahanvirus Corona atau Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.
"Warga tidak bisa lihat, hanya bisa ditonton secara online. Tetap pakai masker, ada jarak satu meter, orangnya tidak banyak mungkin 10 orang saja," kata dia.
Puguh berharap langkah yang diambil ini dapat membantu rekan-rekannya itu melalui donasi.
"Jadwalnya masih kita koordinasi dengan tim," tutupnya. (wil/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-gresik-ki-puguh-prasetyo-seorang-dalang-asal-kecamatan-cerme-gresik.jpg)