Virus Corona di Surabaya
Cak Ji Ajak Institusi dan Warga Disiplinkan Diri jelang New Normal
Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDIP Armuji tiba-tiba berhenti saat ada kerumunan dan antrean pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Pusat
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDIP Armuji tiba-tiba berhenti saat ada kerumunan dan antrean pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Pusat Surabaya, Jumat (13/6/2020).
Politisi senior yang kini menjadi kandidat calon wakil wali kota dari partainya itu geregetan masih ada kerumunan dibiarkan.
"Mari bapak-bapak, ibu-ibu jaga jarak. Ini demi kepentingan bersama," desak Cak Ji di samping antrean BST di Kantor Pos tersebut.
Di Kantor Pos yang lebih dikenal dengan Kantor Pos Kebon Rojo tersebut Cak Ji mendesak tidak hanya warga untuk disiplin menaati aturan protokoler kesehatan. Mulai Bermasker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.
Mantan Ketua DPRD Surabaya dua periode itu pun jengkel dan marah. Ternyata kondisi antrean tanpa menjaga jarak dan berjubel itu karena petugas dan institusi Kantor Pos tidak mengarahkan. Petugas yang mengatur antrean tidak meminta menjaga jarak.
"Saya mau cuci tangan, tapi air di wastafel Kantor Pos tidak keluar. Lha banyak antrean sehingga kami antre panjang," ungkap Nurul, salah satu pengantre BST asal Banyuurip, Kecamatan Sawahan kepada TribunJatim.com.
Armuji pun menuju wastafel di halaman Kantor Pos. Dua wastafel tak ada air mengalir. Tidak juga ada sabun cuci tangan di wastafel. Semua tampak kering.
• Tampil dengan Wajah Baru, Rubrik Female Harian Surya Suguhkan Ragam Cerita Tentang Perempuan
• Tertimpa Masalah Berat, Ruben Onsu Unggah 2 Foto Ini di Medsos, Suami Sarwendah: Hastag Senyumin Aja
• Ratusan Ribu Obat Covid-19 Diproduksi Unair, Pendistribusian Diberikan ke Beberapa Rumah Sakit
"Bagaimana institusi Pemerintah yang mestinya memberi contoh seperti ini. Mestinya memberi contoh. Percuma Pemerintah mengampanyekan protokoler kesehatan jika tak diikuti Insitusi Pemerintah sendiri," tandas Cak Ji kepada TribunJatim.com.
Kehadiran Cak Ji sendiri memberi catatan merah pada pelaksanaan penyaluran BST di Kantor Pos. Semua dicairkan secara tunai dan ini jelas mengundang kerawanan karena pasti berkerumun.
Petugas mestinya mendesain khusus persiapan dalam penyaluran BST itu. Kantor Pos harus memasang tenda agar antrean tidak berjubel dan menepi karena kepanasan.
Kuncinya adalah disiplin dan menunjukkan perilaku yang taat protokoler kesehatan. Harus dipaksa karena berkerumun akan sangat berisiko.
"Harus pasang tenda agar antrenya sambil duduk berjarak dan dipanggili petugas dengan pengeras suara. Besok harus terpasang tambahan tenda dan jangan ada lagi berjubel," ucap Cak Ji.
Ada dua tenda ukuran tidak terlalu besar terpasang. Tapi belum ideal. Cak Ji mendesak tenda dipasang dua lagi. Juga air Harus mengalir. Dia tidak ingin Kantor Pos menjadi klaster baru penularan corona.
Kepala Kantor Pos Pusat Surabaya Dino Ariyadi langsung meminta petugasnya mengarahkan dilakukan physical distancing.
"Sehari kami kerahkan 120 kru petugas. Air dan jaga jarak harus mutlak ada. Wastafel tanpa air juga diperhatikan," kaga Dino. (Faiq/Tribunjatim.com)