Layanan Air Masih Buruk, Dewan Gresik Desak PDAM Perbarui MoU Kerjasama dengan Investor

Kalangan dewan meminta agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta agar ada langkah kongkrit untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan.

TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Suasana rapat Komisi II DPRD Gresik dengan PDAM Giri Tirta, Kamis (11/6/2020). 

TRIBUNGRESIK.COM, GRESIK - Kalangan dewan meminta agar PDAM Giri Tirta agar ada langkah kongkrit untuk meningkatkan layanan pada pelanggan.

Ketua Komisi II DPRD Gresik Markasim Halim Widianto menyebutkan bahwa perlu ada koreksi memorandum of understanding (MoU) atau kerjasama antara PDAM Giri Tirta serta investor PT. Dewata Bangun Tirta (DBT) serta PT Drupadi Tirta Gresik (DTG).

Sebagai perusahaan penyedia air, mereka tak kunjung memenuhi target kapasistas air yang telah diperjanjikan.

Bayi 1 Tahun di Gresik Sembuh Covid-19, Lihat Pilunya Perjuangan Sang Ibu, Perjalanan Terberat

Hukuman Bagi Warga Gresik yang Tak Memakai Masker, Ada Dua Jenis, Bersihkan Fasum atau Denda

Pulang Beli Rokok, 2 Pria Sidoarjo Dikeler ke Mapolres Gresik: Diduga Pengedar Uang Palsu Driyorejo

“Perlu dipahami bahwa PDAM melayani masyarakat, sehingga harus “galak” ketika kontrak dari penyedia tidak sesuai dengan fakta dilapangan,” ucapnya, Minggu (14/6/2020).

Misalnya, pada tahun 2015 kapasitas produksi PT. DBT mencapai 196 liter perdetik.

Namun dengan adanya peningkatan kapasitas produksi dari instlasi pengolahan air (IPA) milik PDAM Giri Tirta maka ada penurunan kapasitas produksi PT. Dewata.

"Padahal dalam kontrak ditargetkan mencapai 200 liter perdetik,” papar Halim.

Begitu juga dengan PT. DTG, sesuai perjanjian distribusi air minimal 320 hingga 400 liter perdetik. Namun sejak beroperasi pada 2013 lalu, hal tersebut tidak kunjung terpenuhi.

Sebab, kemampuan header di outlet IPA Drupadi maupun kapasitas pompa di IPA Drupadi kurang. Kendati tak sesuai dengan MoU, tetap tak ada revisi atau perubahan perjanjian sejak 2017 lalu. Padahal, PDAM Giri Tirta yang dirugikan dari MoU yang tak sesuai itu.

“Bagaimana bisa pelayanan maksimal, kalau masalah teknis dari hulu begini tak dibenahi. MoU dengan investor harus diubah. Kita beri waktu sebulan,” tegas politisi Gerindra itu.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved