Belajar dari Medsos, Pria Ini Produksi Uang Palsu 200 Juta & Edarkan di Gresik, Terkuak saat Belanja

Korps Bhayangkara menangkap pria berusia 49 tahun di Kediri usai memproduksi uang palsu dan diedarkan di wilayah Gresik.

TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto saat menanyai para tersangka di Mapolres Gresik, Selasa (16/6/2020). 

TRIBUNGRESIK.COM, GRESIK - Korps Bhayangkara menangkap pria berusia 49 tahun di Kediri usai produksi uang palsu dan diedarkan di wilayah Gresik.

Dia mencetak uang palsu dan diedarkan oleh anak buahnya.

Pria bernama lengkap Cahyo Widodo hanya tertunduk lesu di halaman Mapolres Gresik. Usaha uang palsu yang ditekuninya sejak 2016 itu dibongkar Satreskrim Polres Gresik.

Wacana Subsidi 200 Juta Tiap Bulan Bagi Klub Liga 2, Manajer PSG Gresik Sebut Bisa Cukup Juga Tidak

UPDATE CORONA di Gresik Senin 15 Juni, Tambah 38 Kasus Baru, 14 dari Klaster Pasar Benjeng

Usai Tertunda 3 Bulan Akibat Pandemi Covid-19, 264 PPS Pilkada Gresik Akhirnya Dilantik

Warga Dusun Bulusari Selatan RT 09/RW 03 Dusun Bulusari Selatan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri belajar membuat uang palsu dari media sosial.

"Belajar dari media sosial. Sejak 2019 sudah produksi uang palsu Rp 200 juta dan sudah diedarkan," ucap, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Selasa (16/6/2020).

Selain belajar dari media sosial, Cahyo yang merupakan mahasiswa jurusan Kesenian yang belum lulus ini memiliki anak buah. Total ada tiga orang yang dipekerjakannya untuk mengedarkan uang palsu.

Uang dengan pecahan yang dicetak adalah Rp 100 ribu untuk diedarkan ke masyarakat.

"Uang dibelanjakan untuk bahan pokok. Belanja uang palsu dan kembalian uang asli," terangnya.

Penangkapan Cahyo Widodo ini hasil pengembangan dari Arief Aryunanda Sukarno yang membeli mie instan, rokok dan air mineral di sebuah toko di daerah Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik dengan uang Rp 100 ribu palsu.

Usai ditangkap Korps Bhayangkara, tersangka mendapati uang dari ayahnya.

Kemudian didapati uang tersebut dari Eko Sukarno di kosnya berada di Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo dan diamankan Rp 13 juta dengan pecahan Rp 100 ribu.

Petugas juga mengamankan Nazamuddin Arief (48) di daerah Madiun di Desa Pucanganom RT46/RW 05, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun dengan uang Rp 14 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dan Mobil Toyota Innova.

Setelah itu, Cahyo Widodo ditangkap bersama dengan alat cetak dan uang sebesar uang sebesar Rp 12 juta dengan pecahan Rp. 100.000, palsu dan mobil Toyota Rush.

"Total uang palsu dan uang asli dari hasil kembalian uang Palsu yang disita oleh Petugas Kepolisan Polres Gresik dari masing-Masing tersangka sebesar Rp. 62.337.000, dengan rincian Uang Palsu sebesar Rp. 58.000.000 dan Uang Asli sebesar Rp. 4.337.000," pungkasnya.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 36 Ayat 3 Juncto Pasal 26 Ayat 3 Atau Pasal 36 Ayat 2 Juncto Pasal 26 Ayat 2 Atau Pasal 36 Ayat 1 Juncto Pasal 26 Ayat 1 UURI No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dan Pasal 244 KUHP Atau 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara

Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved