RPH Kaliwates Jember Disebut Kurang Layak, Dibangun Tahun 1978, Kini Dikelilingi Permukiman Penduduk

Rapat dengar pendapat digelar menindaklanjuti permohonan dari warga sekitar RPH Kaliwates Jember yang mengeluhkan limbah dari rumah pemotongan hewan.

TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
RPH Kaliwates di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Senin (15/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Rumah Potong Hewan atau RPH Kaliwates Jember dinilai kurang ideal sebagai tempat pemotongan hewan.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi C DPRD Jember, Senin (15/6/2020).

RDP itu diikuti oleh anggota Komisi C, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemkab Jember, Kecamatan Kaliwates, Kelurahan Jember Kidul, dan perwakilan warga yang mengajukan permohonan RDP ke Komisi C.

Rapat dengar pendapat digelar menindaklanjuti permohonan dari warga sekitar RPH Kaliwates yang mengeluhkan limbah dari rumah pemotongan hewan tersebut.

Dari rapat tersebut, akhirnya terungkap beberapa persoalan di RPH terbesar di Kabupaten Jember itu.

RPH yang dibangun tahun 1978 itu kini kurang dari ideal.

Bahkan Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menyimpulkan RPH itu tidak layak.

UPDATE CORONA di Jember Senin 15 Juni, 89 Terkonfirmasi Positif, Jumlah OTG Capai 1.352 Orang

Kesimpulan itu dia rangkum dari penuturan beberapa pihak yang mengikuti rapat.

"Kalau bisa saya rangkum dari keterangan para pihak, sebenarnya RPH Kaliwates tidak layak. Kalau Komisi C merekomendasikan, pihak RPH memakai teknologi terbarukan dan terus berinovasi untuk pengolahan limbah untuk meminimalkan keluhan warga. Karena di sisi lain, tidak mungkin RPH ditutup karena untuk mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, halal (ASUH)," ujar David Handoko Seto.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved