Breaking News:

BPJS Kesehatan Jember

Anda Menunggak Iuran JKN, BPJS Kesehatan Ringankan Cara Pengaktifan Kembali

Ada kabar baik bagi peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menunggak membayar iuran.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
BPJS Kesehatan Jember 

TRIBUNJEMBER.COM, JEMBER - Ada kabar baik bagi peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menunggak membayar iuran.

Sebab pemerintah melalui BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial) Kesehatan melakukan relaksasi pembayaran tunggakan sebagai satu cara mengaktifkan kembali kepesertaan.

BPJS Kesehatan Cabang Jember juga sudah mulai membuka layanan pembayaran relaksasi tunggakan itu mulai Senin (15/6/2020) lalu.

UPDATE CORONA di Jember Rabu 17 Juni 2020, Tambah 9 Pasien Sembuh, 90 Orang Positif Covid-19

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jember Antokalina Sari Verdiana mengatakan, relaksasi pembayaran tunggakan iuran itu merupakan substansi dari Peraturan Presiden No 64 Tahun 2020 tentang Perubahan kedua Perpres 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan.

"Ada beberapa substansi dalam peraturan yang baru yakni Peraturan Presiden No 64 Tahun 2020. Substansi tersebut adalah kebijakan penyesuaian anggaran, kebijakan mengaktifkan kepesertaan yang menunggak, dan kebijakan perbaikan tata kelola sistem layanan JKN," ujar Anto melalui konferensi pers virtual, Rabu (17/6/2020).

Anto menambahkan, kebijakan pengaktifan kepesertaan yang menunggak itu merupakan program relaksasi untuk membantu masyarakat dan bentuk upaya mendukung tanggap Covid-19.

Relaksasi itu hanya untuk tunggakan sampai maksimal 24 bulan tunggakan atau dua tahun. Jika peserta menunggak lebih dari dua tahun, tunggakan iuran yang harus dibayarkan hanya untuk dua tahun saja. Itu pun di aturan yang baru, pemerintah memberikan relaksasi teknis pembayaran.

Mekanisme relaksasi itu adalah peserta cukup membayar tunggakan untuk enam bulan di tahun 2020. Sementara sisa tunggakan 18 bulan dibayarkan di tahun 2021. Relaksasi ini tentu saja berbeda dengan cara pengaktifan di peraturan sebelumnya.

"Kami di BPJS Kesehatan Jember sudah mulai membuka layanan relaksasi pengaktifan yang menunggak ini mulai Senin kemarin. Juga ada simulasi, berapa yang harus dibayarkan oleh peserta di tahun 2020 ini, dan berapa sisanya yang dibayar tahun 2021," imbuh Anto.

BPJS Kesehatan berharap, sejumlah kebijakan baru dalam Perpres No 64 Tahun 2020 tersebut semakin membantu masyarakat, sehingga masyarakat tetap aktif menjadi peserta JKN juga merasakan manfaat kepesertaan JKN.

Mengacu kepada data, potensi peserta yang bisa mengaktifkan kepesertaan mereka mencapai 116.682 orang di Kabupaten Jember, dan 28.032 orang di Kabupaten Lumajang. Mereka adalah peserta yang menunggak, dan bisa aktif kembali menjadi peserta JKN setelah menyelesaikan tunggakan mereka dengan teknis yang telah diatur di Perpres yang baru.

BPJS Kesehatan Cabang Jember menaungi dua wilayah kerja yakni Kabupaten Jember dan Lumajang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved