Proyek Bendungan Margopatut Di Nganjuk Jatim Senilai Rp 1,8 Triliun Jalan Terus

Bupati Nganjuk memastikan proyek strategis nasional Bendungan Margopatut di Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur

SURYA.CO.ID/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat 

 TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk memastikan proyek strategis nasional Bendungan Margopatut di Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terus berjalan.

Meskipun hingga saat ini wilayah Kabupaten Nganjuk masih dalam kondisi pandemi virus virus Corona atau Covid-19.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, saat ini proyek Bendungan Margopatut yang diperkirakan menelan anggaran dari APBN mencapai Rp 1,8 Triliun tersebut dalam proses penyusunan DED (Detail Engineering Design). Diharapkan tahun ini DED Bendungan Margopatut tersebut bisa diselesaikan hingga akhir tahun 2020 ini.

"Setelah DED diselesaikan dan dikirim ke Pemerintah Pusat maka kami harapkan pada pertengahan tahun 2021 atau di awal tahun 2022 proyek Bendungan Margopatut bisa dimulai pengerjaanya," kata Novi Rahman Hidhayat, kemarin.

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, terjadinya Pandemi Covid-19 sekarang ini dipastikan tidak akan berdampak pada program pembangunan Proyek Bendungan Margopatut.

Abaikan Masker dan Physical Distancing, Belasan Orang Kena Razia Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Fix Liga 1 & Liga 2 Dilanjut Paling Lambat Oktober, Pelatih Persela Wanti-wanti Protokol Kesehatan

Ashanty Panik karena Muntah sampai Lemas, Anang Hermansyah Ucap Ntar Ada Isinya, Ibu Aurel: Lebay

Termasuk alokasi anggaran yang dipersiapkan untuk pembangunan proyek pendukung untuk Bendungan Margopatut yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Nganjuk.

Hanya saja, menurut Novi Rahman Hidhayat, Pemkab Nganjuk masih melakukan penghitungan kebutuhan anggaran untuk proyek pendukung Bendungan Margopatut nantinya.

"Tapi yang pasti, anggaran tersebut masih ada dan kalaupun dicadangkan untuk anggaran Covid-19 jumlahnya tidak seberapa," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Lebih lanjut dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, Bendungan Margopatut sebagai salah satu proyek strategis nasional di Kabupaten Nganjuk akan memiliki ketinggian hingga mencapai sekitar 85 meter.

Dimana selain untuk penyediaan air bagi pertanian dan antisipasi banjir di wilayah selatan Kabupaten Nganjuk, Bendungan Margopatut juga akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) guna mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali. Disamping itu, Bendungan Margopatut juga akan dijadikan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Nganjuk untuk menambah jumlah obyek wisata yang telah ada sebelumnya.

"Jadi Bendungan Margopatut tersebut nantinya akan memiliki banyak manfaat untuk kemajuan wilayah Kabupaten Nganjuk bagian selatan. Dan tidak tertutup kemungkinan Bendungan Margopatut akan menjadi bagian dari proyek Selingkar Wilis Selatan," tutur Novi Rahman Hidhayat. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved