Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Jember

RSD dr Soebandi Jember Kini Bisa Tes Swab via Alat PCR Bantuan BNPB, Sehari Periksa 200 Spesimen

RSD dr Soebandi Jember bakal mengoperasikan mesin pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), Senin (22/6/2020).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI TES SWAB 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - RSD dr Soebandi Jember bakal mengoperasikan mesin pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), Senin (22/6/2020).

Alat pemeriksaan PCR itu merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Alat tersebut kemudian ditempatkan di RSD dr Soebandi, salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di wilayah timur Jawa Timur.

Aturan Gelar Pernikahan Masa Transisi, Ini Deretan Kewajiban EO & Tamu, Melanggar? Satgas Bertindak

Direktur Utama (Dirut) RSD dr Soebandi Jember dr Hendarso Soelistijono mengatakan, keberadaan alat tersebut akan mempercepat pemeriksaan spesimen dari warga yang telah menjalani swab/usap dahak.

"Dengan adanya mesin ini, bisa memeriksa 150-200 spesimen per hari. Tentu akan mempercepat pemeriksaan. Akan bisa dioperasikan mulai Senin," ujar Hendro.

Bantuan alat PCR itu baru diterima awal pekan lalu.

Alasan Sebenarnya Soeharto Makamkan Soekarno di Blitar, Megawati Sebut Keluarga Tak Setujui

Tragedi Maut Pesta Pernikahan, Satu Keluarga di Semarang Positif Covid-19, Ibu Mempelai Tewas

Sepekan terakhir, tim menyiapkan alat dan ruangan pemeriksaan tersebut.

Sabtu (20/6/2020), perwakilan dari BNPB Mayjen Purn Eko Budi S melihat kesiapan alat dan ruangan itu sebelum dioperasikan.

Sebelum memiliki alat PCR, RS milik Pemkab Jember itu telah memiliki alat pemeriksaan melalui metode TCM (Tes Cepat Molekuler).

Nasib Pilu Pria di Pamekasan, Niat Gali Sumur Malah Tertimbun Longsor, Istri Lihat Menjerit Histeris

Tim medis bisa memeriksa 48 spesimen per hari memakai alat TCM tersebut.

Karenanya, lanjut Hendro, keberadaan mesin PCR itu akan membantu dan mempercepat pemeriksaan spesimen di laboratorium.

"Alat TCM yang sudah kami punya akan tetap dipakai untuk memeriksa spesimen dari pasien kami. Sedangkan PCR bisa dipakai sekaligus untuk tracing dari OTG (orang tanpa gejala) yang ada di Jember," tegas Hendro.

Kesalahan Berakibat Fatal di Pesta Pernikahan, Satu Keluarga Kena Covid-19, Satu Per Satu Tewas

Sementara itu, Kepala Deputi Logistik BNPB Mayjen Purn Eko Budi S yang mewakili BNPB mengunjungi RSD dr Soebandi Jember, mengatakan masyarakat Jember perlu berbangga karena RSD dr Soebandi memiliki mesin PCR.

"Selama ini dilakukan dengan rapid test. Rapid test cukup bagus, tetapi ada metode yang lebih akurat dengan swab test menggunakan mesin PCR untuk mengetahui negatif dan positif seseorang dari Covid-19. Nah dari situ, pemerintah segera mengambil langkah penanganan," tegas Eko.

Dia berharap bantuan mesin dari BNPB itu dipakai secara maksimal, dan membantu percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember.

Rutin Konsumsi Probiotik Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh saat Masa Transisi, Ini Kata Pakar

Melalui mesin itu, lanjutnya, per hari RSD dr Soebandi Jember bisa memeriksa 150-200 spesimen dari warga yang sudah menjalani swab.

Eko Budi juga menegaskan, sampai saat ini, belum ada obat atau vaksin untuk virus Corona.

Karenanya, dia meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan.

UPDATE CORONA di Banyuwangi Senin 22 Juni, Positif Covid-19 Sembuh Tambah 2 Orang, Mulanya OTG

"Obatnya belum ada, masih kajian. Jadi belum ada 'declare' obat Corona sudah ada. Oleh karena itu, obatnya saat ini adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jember dr Faida MMR mengatakan bantuan alat tersebut sangat mendukung pemeriksaan adanya indikasi paparan Covid-19 di Jember.

"Pemeriksaan dengan alat ini dapat menjawab secara cepat cepat, apakah pasien boleh pulang atau harus menjalani perawatan lebih lanjut," ujar Faida.

Alasan RI Tolak Mentah-mentah Ajakan Runding China, Pengamat: Sudah Waktunya Tahu Indonesia Serius

Bantuan alat laboratorium tersebut, lanjutnya, sangat mendukung pemeriksaan cepat atau rapid test massal yang gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember di berbagai tempat di Jember.

Operasional alat itu juga didukung dengan pelatihan tenaga medis, yang dilakukan secara online.

Ada sekitar 150 tenaga medis mengikuti pelatihan tersebut.

Petugas di setiap puskesmas, sekitar dua sampai tiga orang, mengikuti pelatihan itu.

“Tenaga medis yang bertugas untuk mengambil swab sudah tambah banyak yang dilatih. Karena paling penting dalam penanganan medis itu penegakan diagnosa yang lebih cepat,” tegas bupati yang juga dokter itu.

Penulis: Sri Wahyunik

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved