Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

UPDATE CORONA Jatim Rabu 24 Juni, Ada 263 Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, 6 Orang Meninggal

data terakhir yang diupdate dari gugus tugas tercatat ada sebanyak 263 tenaga kesehatan di Jatim yang terpapar covid-19.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa data terakhir yang diupdate dari gugus tugas tercatat ada sebanyak 263 tenaga kesehatan di Jatim yang terpapar Covid-19.

Dari data tersebut yang paling banyak adalah Perawat. Dan secara kumulatif kasus nakes terpapar paling banyak terdapat di Kota Surabaya.

“Data terakhir yang ada di kami, sudah ada 263 orang tenaga kesehatan di Jatim yang terpapar covid-19. Dari jumlah itu yang meninggal sudah ada 6 orang, dan yang sembuh ada 181 orang,” kata Joni, saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Rabu (24/6/2020).

Kantor Diklat Pemprov Jatim di Malang Jadi Tempat Isolasi Pasien Corona, Daya Tampung 60 Bed, Gratis

Pada Menkes dan Kepala BNPB, Khofifah Minta Arahan Turunkan Attack Rate Penularan Covid-19 di Jatim

Respon Dinkes Tulungagung Dicurhati Pasien Karantina Covid-19, Cara Evakuasi dan Fasilitas Dibenahi

Saat ini total ada sebanyak 86 tenaga kesehatan yang masih dalam perawatan karena terpapar covid-19. Menurutnya semua nakes yang terpapar mayoritas tidak menangani langsung pasien covid-19.

Dilihat dari keprofesian, perawat rumah sakit di Jatim yang terpapar covid-19 ada sebanyak 68 orang.

Kemudian untuk dokter ada sebanyak 60 orang, sedangkan untuk perawat non rumah sakit bisa puskesmas dan layanan kesehatan ada sebanyak 35 orang, dan terakhir admin rumah sakit ada sebanyak 20 orang.

Selain itu juga ada dari nakes rumah sakit non perawat ada sebanyak 15’orang, bidan sebanyak 10 orang, petugas surveilans sebanyak 5 orang, laboran sebanyak 5 orang, cleaning service sebanyak 4 orang, satpam RSU sebanyak 1 orang, lalu juga ada apoteker 1 orang, dan sopir RS 1 orang.

“Dari data sebaran, yang terbanyak domisili di Kota Surabaya, kemudian terbanyak kedua ada di Kabupaten Probolinggo, lalu disusul Kabupaten Lamongan,” terang Joni.

Masih dari sumber data yang sama, untuk nakes Kota Surabaya yang terpapar ada sebanyak 54 orang. Sedangkan untuk Kabupaten Probolinggo ada sebanyak 32 orang dan untuk Kabupaten Lamongan ada sebanyak 26 orang.

Joni menyampaikan bahwa setiap orang bisa mendukung penurunan angka nakes yang terpapar covid-19. Yaitu dengan menjaga protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun.

Selain itu ia juga mengimbau agar dalam kondisi pandemi, setiap tenaga kesehatan di unit apapun terutama yang ada di bagian frontliner untuk mengenakan APD saat berada di lingkungan kerja.

Minimal menggunakan masker atau mengenakan faceshield. Agar meminimalisir risiko penularan covid-19.

“Mengenakan maskerpun ada aturannya. Saat melepas jangan menyentuk bagian luarnya. Karena percuma misalnya saat melepas masker nyentuh luarnya lalu megang mulut hidung atau mata,” ucapnya.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi nakes terpapar nakes. Sebab nakes menjadi garda terdepan dalam melawan covid-19 yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved