Breaking News:

Dishub Usulkan Pelebaran Jalan di Simpul Titik Kemacetan di Kota Blitar

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar melakukan kajian simpul-simpul titik rawan kemacetan di sejumlah ruas jalan strategis.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Kondisi Taman Bendo yang berada di pinggir jalan dekat simpang lampu merah Jl Ciliwung, Kota Blitar, Senin (22/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar melakukan kajian simpul-simpul titik rawan kemacetan di sejumlah ruas jalan strategis. Dari hasil kajian, Dishub mengusulkan pelebaran jalan di sejumlah ruas jalan.

"Berdasarkan hasil kajian Dishub dan lembaga akademis perlu segera dilakukan rekayasa lalu lintas di beberapa simpul titik strategis kota untuk mengurai kemacetan," kata Kepala Dishub Kota Blitar, Priyo Suhartono, Kamis (25/6/2020).

Priyo mengatakan ada beberapa ruas jalan yang perlu segera dilakukan rekayasa lalu lintas. Antara lain, di Jl Sumba, Jl Kenari, Jl Maluku, dan Jl Merapi atau timur Alun-alun Kota Blitar. Kondisi beberapa jalan itu sempit dan volume kendaraan bertambah padat.

Priyo mencontohkan kondisi di Jl Sumba. Lebar Jl Sumba sekitar lima meter. Sedang kondisi arus lalu lintas di Jl Sumba sekarang mulai padat. Ada beberapa perkantoran dan sekolah di Jl Sumba.

"Kantor Kelurahan Karangtengah sekarang juga pindah di Jl Sumba. Kondisi lalu lintasnya semakin ramai tapi kondisi jalan tetap," ujarnya.

Menurutnya, pelebaran Jl Sumba butuh biaya besar. Pemkot Blitar harus membebaskan sejumlah rumah dan tanah milik warga yang ada di pinggir jalan.

Uang Jajannya Dibongkar Raffi Ahmad, Nagita Slavina Berikan Reaksi Tak Biasa, Sule: Sedikit Sekali

Masih Tinggi, Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Buat Kebijakan Berdasarkan Data dan Saran Ilmuan

Awas Pelaku Pelecehan Seksual Sasar Perumahan Sepi, Wanita di Kota Malang Jadi Korban Terekam CCTV

"Kami sudah cek ke lokasi, ada 14 rumah milik warga yang harus dibebaskan untuk pelebaran jalan. Kami sudah membahas hal itu di internal eksekutif," katanya kepada TribunJatim.com.

Kondisi serupa juga terjadi di Jl Maluku. Menurutnya, perlu segera dilakukan pelebaran di Jl Maluku untuk mengurai kepadatan kendaraan di lokasi. Kondisi Jl Maluku sempit dan arus lalu lintasnya padat. "Termasuk di Jl Kenari dan Jl Merapi juga perlu pelebaran," ujarnya.

Dikatakannya, karena biayanya besar, pelebaran jalan menjadi solusi jangka panjang. Untuk sementara, Dishub melakukan rekayasa lalu lintas berupa pelebaran radius lengkung, penghapusan median jalan, penyempitan trotoar, dan normalisasi trotoar yang difungsikan untuk jalan di sejumlah titik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved