Virus Corona di Lamongan

Lamongan Turun Status Jadi Zona Orange, Karena ini

Progres penanganan Covid-9 di Lamongan Jawa Timur terus membaik. Kini, status Kabupaten Lamongan turun, dari zona merah menjadi zona orange.

TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Rumah Sakit (RS) Darurat Covid -19 diresmikan secara virtual oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Bupati Lamongan dan anggota Forkopimda diacara peresmian, Kamis (18/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Progres penanganan Covid-9 di Lamongan Jawa Timur terus membaik. Kini, status Kabupaten Lamongan turun, dari zona merah menjadi zona orange.

Turunnya status itu karena pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif selalu diimbangi dengan angka kesembuhan.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat mengatakan, turunnya status zona merah menjadi zona orange di Lamongan ini sudah berlangsung sejak sejak 20 Juni, sepekan lalu sehingga status Lamongan pun membaik.

"Sejak Sabtu, 20 Juni Lamongan turun menjadi zona orange. Itu karena tingkat kesembuhan penderita meningkat," kata Taufik Hidayat pada wartawan, Sabtu (27/6/2020).

Menurutnya, meski masih terdapat tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, namun Lamongan juga mampu mempertahankan tren kenaikan kesembuhan pasien.

Grafik pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif di Lamongan, terbukti selalu diimbangi dengan angka kesembuhan yang baik pula.

"Data sampai saat ini, jumlah terkonfirmasi positif di Lamongan 231 dan ada sebanyak 84 pasien sembuh," ungkapnya.

Lamongan saat ini berada di peringkat keenam se-Jawa Timur dengan status zona orange. Usaha untuk mempertahankan status zona orange dan meningkatkan menjadi hijau terus dilakukan oleh Lamongan.

Dampak Civid-19, KPU Lamongan Ajukan Tambahan Dana Rp. 11 Miliar, Bawaslu Rp 3, 8 Miliar

Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Ada Harapan Kota Kediri Zona Hijau

Dihadiri Ketua PDIP dan PAN, Ratusan Emak-emak Dukung Gus Yani - Neng Min

Diantaranya, memperkuat tracing dan mengoptimalkan kampung tangguh untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Tim tracing dan screening masih meningkatkan temuan kasus baru untuk memutus rantai penularan.

GTPPC Lamongan sudah melakukan sebanyak 16.023 rapid test dengan jumlah reaktif sebanyak 996. Beberapa swab pasien yang reaktif, ternyata hasilnya negatif dan sebagian lagi belum keluar hasilnya.

Semua usaha ini tentunya berkat kebiasaan individu masyarakat yang hidup disiplin menjalankan protokol kesehatan, yaitu tetap menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan meningkatkan imunitas personal dengan mengkonsumsi makanan sehat.
Harus ada kesadaran gerakan untuk hidup sehat dalam menapaki tatanan hidup baru. (Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved