Virus Corona di Surabaya
Bersepeda Fenomena Baru di Surabaya saat Pandemi, Warga Ungkap Bikin Refresh Otak Meski Jarak Pendek
Pandemi Covid-19 memunculkan tren baru di masyarakat, satu di antaranya bersepeda.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pandemi Covid-19 memunculkan tren baru di masyarakat.
Sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya, masyarakat semakin gemar olah raga gowes alias bersepeda.
Hampir setiap hari, baik pagi, sore dan, malam, terlihat beberapa orang mengayuh sepeda di beberapa ruas jalan di Surabaya, seperti di Jalan Darmo, Jalan Wonokromo, Jalan Tugu Pahlawan, dan sebagainya.
• Gowes Kembali Menjamur Sejak Pandemi, Order Sparepart Sepeda Laris Manis, Stok sampai Terbatas
Seperti Elita Pujas, model sekaligus wiraswasta di bidang kuliner, yang terlihat mengayuh sepedanya di sekitar Monumen Bambu Runcing, Jumat (26/5/2020).
Di sana, ia bertemu teman-teman bersepedanya, mengobrol, sebelum melanjutkan perjalanan.
Sambil mengenakan masker, perempuan 34 tahun itu mengatakan, memulai rute dari rumahnya di daerah Dukuh Kupang Surabaya.
• Viral Siswi Tertangkap Ayahnya Ngamar di Hotel Masih Pakai Seragam, Psikolog Beber & Kuak Pemicunya
• Malam Pertama Berubah jadi Tragedi Maut, Ciuman Suami Bikin Istri Tewas, Penyebab Dikuak Dokter
"Saya suka gowes sejak sekolah. Terus karena kerja, jadi nggak ada waktu. Nah mulai aktif lagi pas masa pandemi. Udah pengen banget terus diajak teman," katanya sambil duduk di atas sepeda.
Kegiatan olah raga ini ia lakukan dua hari sekali. Jarak yang ditempuh beragam, sekitar 10-15 kilometer.
Elita sendiri lebih suka bersepeda pagi hari, mulai pukul 07.00-11.00.
• UPDATE Harga Sepeda Lipat Brompton Terbaru: Brompton S6R hingga Brompton B75 2020, Mulai Rp 30 Juta
Menurutnya, ini bagus untuk mendapatkan sinar matahari.
"Pokoknya rutin, meski jaraknya pendek-pendek. Nanti kalau jauh tapi jarang, yang ada malah jadi penyakit," ungkap pemilik akun Instagram @elitapujas ini.
Ia mengamini bahwa saat ini gowes menjadi fenomena baru di masyarakat. Elita menganggap, hal ini terjadi karena minimnya hiburan di luar rumah.
• Tren Gowes Selama Pandemi Jadi Peluang Bisnis, 2 Warga Lamongan Sulap Sepeda Bekas, Dijual Jutaan
Tidak bisa nongkrong, akhirnya pilih bersepeda.
"Ada yang ingin sehat, ada yang latah cuma gaya-gayaan. Saya, sebelum pandemi, memang sudah suka bersepeda, terakhir beli sepeda tujuh tahun lalu," tandasnya, seraya berharap aktivivas gowes bisa jadi gaya hidup yang tidak musiman.
• UPDATE Harga Sepeda Lipat Terbaru, Mulai Rp 1 Jutaan hingga Rp 5 Juta, Ada Merek Pacific dan Polygon
Refreshing otak