Virus Corona di Surabaya
Bersepeda Fenomena Baru di Surabaya saat Pandemi, Warga Ungkap Bikin Refresh Otak Meski Jarak Pendek
Pandemi Covid-19 memunculkan tren baru di masyarakat, satu di antaranya bersepeda.
Harjun Setyo Ekodoyo, termasuk salah satu pesepeda yang meramaikan kebiasaan sehat ini.
Pemuda berusia 23 tahun ini biasa menggunakan sepeda sebagai olah raga menjaga imun tubuhnya.
"Selain itu, supaya tidak stres dengan hanya di rumah, ini refreshing pikiran agar selalu positif," katanya.
• Penjualan Sepeda di Surabaya Meningkat Drastis, Pembeli Ungkap Alasannya: Takut Corona?
Menurut Harjun, bersepeda merupakan olah raga yang mudah dilakukan semua orang.
"Saya bersepeda bukan karena lagi tren, namun sudah suka sejak SMK. Juga punya sepeda, jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan," terang alumnus SMK 1 Negeri Surabaya itu.
Di masa pandemi seperti sekarang, ia tetap bersepeda dengan menerapkan protokol kesehatan. Menyiapkan masker dan hand sanitizer sebelum berangkat.
• Gowes Jangan Asal, SubCyclist Sebut Pesepeda Wajib Punya Attitude: Harus Patuhi Lalu Lintas
Ia biasanya mengayuh sepeda minimal jarak tempuh 15 km dan dilakukan 2-3 kali dalam seminggu, baik sendiri atau bersama teman.
"Saat bareng-bareng kesepakatannya tetap jaga jarak selama di jalan dan tidak bersentuhan," ungkapnya.
Rute berkeliling Kota Surabaya jadi pilihan Harjun.
• Toko Sepeda Surabaya Banjir Pembeli di Tengah Pandemi, Kewalahan Terpaksa Tiadakan Layanan Servis
"Biasanya berangkat dari rumah (Sepanjang, Sidoarjo), kemudian ke Bungkul menuju Tunjungan Plaza, lanjut Hotel Majapahit, Bambu Runcing, terus kembali ke Bungkul, sebelum pulang ke rumah," ujarnya.
Usai bersepeda, Harjun tak lupa memposting aktivitasnya di medsos.
Ini upaya mengajak teman atau kerabat ikut berolahraga bersama.
"Saya senang bisa memprovokasi orang untuk melakukan hal yang saya lakukan," ungkapnya.
Penulis: Christine Ayu/Zainal Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati