Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Bersepeda Fenomena Baru di Surabaya saat Pandemi, Warga Ungkap Bikin Refresh Otak Meski Jarak Pendek

Pandemi Covid-19 memunculkan tren baru di masyarakat, satu di antaranya bersepeda.

Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
GOWES SAAT PANDEMI - Geng Gowes Ceria yang didnominasi jurnalis saat gowes bersama di kawasan Jl Panglima Sudirman, Jumat (26/6/2020). 

"Pokoknya rutin, meski jaraknya pendek-pendek. Nanti kalau jauh tapi jarang, yang ada malah jadi penyakit," ungkap pemilik akun Instagram @elitapujas ini.

Ia mengamini bahwa saat ini gowes menjadi fenomena baru di masyarakat. Elita menganggap, hal ini terjadi karena minimnya hiburan di luar rumah.

Tren Gowes Selama Pandemi Jadi Peluang Bisnis, 2 Warga Lamongan Sulap Sepeda Bekas, Dijual Jutaan

Tidak bisa nongkrong, akhirnya pilih bersepeda.

"Ada yang ingin sehat, ada yang latah cuma gaya-gayaan. Saya, sebelum pandemi, memang sudah suka bersepeda, terakhir beli sepeda tujuh tahun lalu," tandasnya, seraya berharap aktivivas gowes bisa jadi gaya hidup yang tidak musiman.

UPDATE Harga Sepeda Lipat Terbaru, Mulai Rp 1 Jutaan hingga Rp 5 Juta, Ada Merek Pacific dan Polygon

Refreshing otak

Harjun Setyo Ekodoyo, termasuk salah satu pesepeda yang meramaikan kebiasaan sehat ini.

Pemuda berusia 23 tahun ini biasa menggunakan sepeda sebagai olah raga menjaga imun tubuhnya.

"Selain itu, supaya tidak stres dengan hanya di rumah, ini refreshing pikiran agar selalu positif," katanya.

Penjualan Sepeda di Surabaya Meningkat Drastis, Pembeli Ungkap Alasannya: Takut Corona?

Menurut Harjun, bersepeda merupakan olah raga yang mudah dilakukan semua orang.

"Saya bersepeda bukan karena lagi tren, namun sudah suka sejak SMK. Juga punya sepeda, jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan," terang alumnus SMK 1 Negeri Surabaya itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved