Aniaya Bibinya, Pemuda Asal Klampis Surabaya Ini Divonis Lebih Berat Dari Tuntutan

Terdakwa Syamsul Huda terlihat pasrah setelah dirinya divonis lebih berat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya

Surya/samsul Arifin
Terdakwa Syamsul saat jalani sidang melalui telekonfren di PN Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terdakwa Syamsul Huda terlihat pasrah setelah dirinya divonis lebih berat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas kasus dugaan penganiayaan. 

Ia divonis selama tujuh bulan penjara setelah terbukti menghajar bibinya sendiri Astutik, hingga mengalami luka dan memar di wajahnya. 

"Saya menerima yang mulia," ujar Syamsul singkat saat jalani sidang melalui telekonfrens, Selasa, (30/6/2020). 

Hukuman ini lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntutnya selama enam bulan penjara. Lantaran, bibi terdakwa belum memberikan kata maaf pada dirinya maka dia dihukum lebih berat. 

Ironisnya, hakim yang diketuai Virza dalam amar putusannya dikatakan terdakwa saat menghajar bibinya sendiri itu dalam keadaan mabuk. 

Angkat Wastra Nusantara, Lia Afif Padukan Kain Tenun dan Batik Lamongan Untuk IFW 2020

Terungkap Sosok Pembakar Mobil Via Vallen Jelas di CCTV, Sudah Ditangkap, Sang Biduan: Awas Koen!

Artis FTV Ridho Ilahi Ditangkap Konsumsi Sabu-sabu, Pemasok Ternyata Salah Satu Kru Production House

Untuk diketahui, pemuda yang tinggal di Jalan Klampis Ngasem Surabaya ini emosi pada bibinya lantaran tak dipinjami uang untuk bayar laundry. 

Sepulang dari mabuk-mabukan, tersangka yang merupakan seorang residivis curanmor ini meminta uang secara paksa kepada bibinya.

Karena kejadian itu, terdakwa yang sudah pernah masuk penjara itu berurusan lagi dengan hukum dan sempat ditahan di Polsek Sukolilo Surabaya

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved