Virus Corona di Jawa Timur

Dukung One Gate System Rumah Sakit Rujukan, Kapolda Jatim Turunkan Personel di RS

Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran, berkomitmen untuk mendukung penuh one gate system dalam pendistribusian pasien virus Corona (Covid-19).

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Rapat Koordinasi Pelayanan Terintegrasi pada Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jawa Timur di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (30/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran, berkomitmen untuk mendukung penuh one gate system dalam pendistribusian pasien virus Corona ( Covid-19 ) yang akan dilakukan di bawah komando Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus.

Dalam Rapat Koordinasi Pelayanan Terintegrasi pada Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jawa Timur di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, Selasa (30/6/2020), ia menegaskan, koordinasi dengan Polres dan Polsek sudah dilakukan.

Anggota polisi akan diterjunkan di setiap titik rumah sakit rujukan.

"Kami siap mendukung penuh termasuk fenomena terakhir yang membuat rumah sakit resah ketika ada pemulangan jenazah secara paksa. Kami sudah komunikasikan dengan Polsek dan Polres bahwa kami akan menempatkan anggota di rumah sakit, mengawal sampai pemakaman agar semua yang terkait rasa aman dan transmisi penularan melalui jenazah bisa kita antisipasi," kata Irjen Pol Fadil Imran.

Kondisi saat ini memang menjadi tantangan yang cukup berat. Dimana Jawa Timur ada di peringkat satu nasional dengan jumlah kasus virus Corona tertinggi se-Indonesia.

Wali Kota Risma Salurkan Sembilan Ventilator untuk Rumah Sakit di Surabaya Tangani Pasien Covid-19

UPDATE Daftar Wilayah Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Ada 13 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur

Namun karena keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi maka pihaknya siap bersama jajaran untuk membantu para tenaga kesehatan dan rumah sakit.

"Karena ini nanti adalah one gate system, maka akan ada pengawalan pasien. Mungkin ada pasien yang tidak terima dipindahkan. Saya sudah minta personel untuk ditempatkan di rumah sakit," tegasnya.

Ancaman pandemi Covid-19 ditegaskan Kapolda Jatim ini, adalah ancaman yang nyata.

Bahkan dia mengatakan, di jajaran anggota Polda Jatim sudah ada yang terpapar, bahkan meninggal dunia karena Covid-19.

Polda Jatim Launching Aplikasi TACS, Dua Rumah Sakit di Kota Malang Siap dan Telah Jalin MoU

Ada Pegawai yang Positif Covid-19, Kantor Dispendukcapil Surabaya Ditutup Lagi selama Dua Pekan

Beberapa ada yang memiliki komorbid dan juga usia lanjut.

Namun ia menegaskan, ini adalah bentuk pengabdian mereka.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam rangka melaksanakan instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menurunkan kasus Covid-19 di Jawa Timur dalam waktu dua pekan sekaligus menurunkan angka kematian, Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus melakukan penataan pasien Covid-19 dan pendistribusian pasien Covid-19.

"Saat ini penting untuk menyamakan persepsi agar bisa mengimplementasikan action plan yang telah disusun oleh Gugus Tugas agar bisa merawat pasien Covid-19 secara maksimal, pasien non Covid-19, dan juga menurunkan angka kematian kasus Covid-19," kata Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus.

Kasus Covid-19 di Jawa Timur Melejit, PKS Jatim Minta Jangan Terjebak pada New Normal

Pemkot Madiun Rintis Sekolah Tangguh, Kepsek hingga Petugas Kebersihan Jadi Pendekar Waras

Ia mengingatkan, saat ini kasus Covid-19 Jawa Timur tertinggi nasional. Dan juga angka kematiannya juga tertinggi.

Maka faktor yang sangat menentukan dalam penanganan kasus Covid-19 di Jawa Timur adalah pemberdayaan rumah sakit rujukan dalam melayani pasien mulai ringan hingga berat.

Atas amanah presiden untuk menangani Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya dan meningkatkan sinergi rumah sakit rujukan dalam menangani pandemi Covid-19, maka ditegaskannya penting dibentuk sistem yang terintegrasi.

"Kita akan buat pendistribusian pasien secara terintegrasi. Supaya segera, kita akan buat one gate system yang akan menghubungkan pemda, rumah sakit, dan pasien, supaya waktu penanganan bisa lebih efektif dan distribusi pasien bisa lebih mudah," tegasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved