Breaking News:

Virus Corona di Pasuruan

Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Dapat Penghargaaan 'Ponpes Tangguh'

Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil, Jawa Timur dinobatkan sebagai Ponpes Tangguh Kebal Covid-19 oleh Polres Pasuruan.

(Surya/Galih Lintartika)
Pengasuh Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Gus Wildan saat menerima penghargaan dari Polres Pasuruan. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil, Jawa Timur dinobatkan sebagai Ponpes Tangguh Kebal Covid-19 oleh Polres Pasuruan.

Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil tersebut dianggap sebagai pesantren yang memiliki persiapan matang dalam menyambut new normal di lingkungan pesanten.

"Kalau bagi saya ini amanah. Amanah yang harus tetap saya jaga dan ikhtiarkan untuk ke depannya," kata Gus Wildan, pengasuh Ponpes KHA Wahid Hasyim.

Gus Wildan mengatakan, pihaknya sebenarnya tidak memikirkan penghargaan. Namun, ia berterima kasih ke pihak kepolisian yang memberikan support dalam bentuk penghargaan ini.

"Kami hanya ingin, santriwati ini dijauhkan dan terhindar dari penyebaran Covid-19 di pesantren. Kami ingin santri aman, dan nyaman selama di pesantren," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Cerita Pilu Ojol di Gresik, Tak Dapat Bantuan Hingga Tidur di Warkop Untuk Cukupi Kebutuhan Keluarga

Contoh Kunci Jawaban & Soal Tes TPS UTBK SBMPTN 2020 tentang Penalaran Umum, Link Download di Sini

Masuknya Arcandra Tahar Bikin Proyek PGN Makin Efisien

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ponpes KHA Wahid Hasyim ini sudah menerapkan sejumlah protokol kesehatan di era new normal untuk santri di pesantren.

Jauh sebelum kembali, selama 14 hari, santriwati harus menjalani isolasi mandiri. Wali santri juga harus mendata keluarga atau tetangga yang berstatus ODP, PDP ataupun positif.

Setelah itu, santri baru boleh kembali. Namun, prosesnya belum selesai. Masuk ke pintu gerbang pesantren, santriwati diminta meletakkan barang bawaanya untuk disemprot cairan disenfiktan.

Selanjutnya, santriwati diperiksa kesehatannya. Mulai dari suhu badan dan kesehatan lainnya. Terakhir, santriwati menjalani rapid test. Rapid test ini dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan.

Setelah hasil rapid test keluar, santriwati yang non reaktif diminta untuk mensucikan diri. Mereka harus mandi, dan setelah itu baru boleh masuk ke asrama pesantren untuk mengikuti aktifitas di pesantren. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved