Lembaga Ecoton Temukan Banyak Mikroplastik di Kali Surabaya-Gresik, Airnya Digunakan Bahan Baku PDAM

Lembaga Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) di Kecamatan Wringinanom, Gresik, menemukan mikroplastik di aliran sungai Surabaya.

Penulis: Sugiyono | Editor: Taufiqur Rohman
ISTIMEWA
PROTES - Aktivis lingkungan protes terhadap pembuangan sampah plastik ke sungai yang diduga dilakukan oknum pabrik industri kertas, Jumat (1/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Lembaga Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) di Kecamatan Wringinanom, Gresik, menemukan mikroplastik di aliran sungai Surabaya.

Padahal, air tersebut digunakan masyarakat untuk kehidupan sehari-hari, Minggu (5/7/2020).

Peneliti Mikroplastik Ecoton, Eka Chlara Budiarti, mengatakan, Kali Surabaya termasuk dalam 20 sungai pencemar lautan global.

80 persen sampah plastik yang ada di lautan berasal dari daratan.

Menurut Eka, Gresik salah satu kontributor pencemaran di Kali Surabaya.

VIRAL TERPOPULER: Pria Beri Mas Kawin Sandal Jepit dan Air Putih hingga Hati Pilu Pria Gagal Nikah

Kabupaten Malang Miliki Alat Deteksi Gempa Bumi Terbanyak di Jawa Timur, Bisa Kirim Sinyal Real-Time

Sebab, sistem pengangkutan sampah hanya mampu melayani 40 persen wilayah, maka beberapa wilayah Gresik seperti Driyorejo banyak ditemukan pemanfaatan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Termasuk Surabaya, meskipun lebih tinggi tingkat layanan sampah, namun dari temuan ecoton masih banyak warga Surabaya yang membuang sampahnya ke kali Surabaya.

Sampah plastik yang dibuang ke sungai seperti, tas kresek, makanan sachet, botol plastik, styrofoam dan bungkus plastik lainnya.

Tak Taat Protokol Kesehatan, Barang Bawaan Berharga Milik Kawanan Pemuda di Tuban Ini Disita Petugas

Pengamat Politik Sebut PDIP Hanya Akan Konsentrasi Pada Nama-nama Besar di Pilwali Surabaya

"Plastik-plastik tersebut akan terdegradasi menjadi serpihan plastik kecil berukuran 0,1 hingga 5 milimeter yang disebut mikroplastik," kata Eka.

Selama ini, Kali Surabaya terbentang mulai dari Pintu air Mlirip Mojokerto hingga Jagir Surabaya dimana melewati 4 Kabupaten/Kota.

Yaitu Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya.

"Fungsi utamanya sebagai bahan baku air PDAM di Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo," imbuhnya.

Beda Sikap Maudy Ayunda Pasca Putus Cinta, Live IG Jadi Sorotan, Isu Arsyah Punya Pacar Baru Muncul

Update Virus Corona di Kediri: Tambah 12 Kasus Baru dalam Sehari, Total Positif Jadi 245 Orang

Begini Sanksi Sosial yang Diberlakukan Pemkot Batu Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Menurutnya, ada bahaya dampak mikroplastik bagi manusia, diantaranya, mengandung bahan zat kimia berbahaya, mengikat polutan berbahaya dan media bakteri patogen penginfeksi.

Dari bahanya mikroplastik tersebut, perlu pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, seperti sedotan, sachet, kantong plastik, styrofoam, popok sekali pakai dan botol plastik.

"Perlu regulasi pemerintah yang membatasi atau melarang pemakaian plastik sekali pakai. Dan diperlukan tempat sampah khusus serta larangan penggunaan microbeads sintetis dalam kosmetik atau peralatan personal care. Seperti odol, sabun, scrub wajah dan perawatan kecantikan," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved