Breaking News:

Program Teropong Jiwa untuk ODGJ Banyuwangi Kembali Masuk Top 99 Inovasi Kemenpan-RB

Program Pemkab Banyuwangi masuk dalam jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (Teropong Jiwa) di Banyuwangi, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Program inovatif Pemkab Banyuwangi kembali masuk dalam jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dari total 2.000 lebih inovasi se-Indonesia.

Program tersebut adalah Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa ( Teropong Jiwa ).

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono menjelaskan, Teropong Jiwa merupakan program pemberian terapi kerja bagi orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ ) yang diinisiasi oleh Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Pasien ODGJ yang sudah stabil setelah menjalani serangkaian pengobatan, akan dilatih berbagai keterampilan kerajinan tangan sebulan sekali.

"Terapi kerja ini bertujuan agar pasien ODGJ tidak mengalami kekambuhan. Mereka bisa lebih fokus dan tidak mudah emosional, dan yang pasti tujuannya agar mereka bisa mandiri ke depan. Program ini berjalan sejak 2017," terang Rio, sapaan akrab dr Widji Lestariono, Rabu (8/7/2020).

Rio mengatakan, yang membuat spesial dari program ini adalah para ODGJ setelah mendapat keterampilan, mereka disalurkan ke sejumlah tempat kerja. Ada yang diajak bekerja di UMKM, atau diikutkan orang tua asuh.

Perketat Aturan Bagi Usaha Jasa Hiburan, Pemkab Banyuwangi Ingin Pastikan Kesehatan Warganya

Truk Muat Cabai asal Banyuwangi Hantam Pagar Tol Japanan, Sopir-Kernet Tergencet, ini Kronologinya

Orang tua asuh ini maksudnya puskesmas mencari keluarga yang mau menerima ODGJ yang sudah pulih untuk bisa menjadi bagian dari keluarga tersebut.

Program ini khusus bagi ODGJ yang tidak mempunyai keluarga.

“Yang kerja di UMKM, mereka ada yang ikut kerja di industri kue rumahan. Mereka membuat rengginang dan camilan ringan lainnya. Kalau orang tua asuh, mereka ada yang ikut orang dan diajak bekerja di usaha penggilingan beras. Jadi mereka diberi kesibukan, untuk meminimalisir kambuh,” jelas Rio.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved