Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Terminal Bus Trenggalek Masih Minim Penumpang, Penumpang Bisa Dihitung dengan Jari

Penumpang bus di Terminal Bus Surodakan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur masih minim penumpang sejak mulai beroperasi lebih dari sebulan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Aflahul Abidin
Kondisi Terminal Bus Surodakan Kabupaten Trenggalek. 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Penumpang bus di Terminal Bus Surodakan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur masih minim penumpang sejak mulai beroperasi lebih dari sebulan.

Jumlah armada yang beroperasi belum sebanyak sebelum masa pandemi virus Corona atau Covid-19. Sementara jumlah penumpang yang naik-turun dari terminal juga masih sedikit.

Koordinator Terminal Bus Surodakan Trenggalek Oni Suryanto mengatakan, operasional bus hingga saat ini masih belum sepenuhnya normal.

"Dalam satu hari, kurang lebih 30 armada. Jjumlah kendaraan yang hilir-mudik di Terminal beberapa pekan terakhir," kata Oni, Rabu (15/7/2020).

Di hari normal sebelum pandemi virus Corona atau Covid-19, jumlah armada yang beroperasi mencapai antara 130-140 bus. Itu artinya, presentase bus yang beroperasi tak sampai seperempat kondisi normal.

Oni mengatakan, perusahaan otobus yang sudah mengoperasikan kendaraannya juga masih terbatas enam perusahaan.

Kenang Kepala Bappeda Jawa Timur Rudy Ermawan Yulianto, Wagub Emil Dardak: Sama-sama Suka Jazz

Tragedi Mempelai Wanita Tercekik di Meja, Resepsi Pernikahan Berubah Jadi Petaka, Ending Tragis

Hana Hanifah Terjerat Dugaan Prostitusi Online, Minta Maaf & Tegaskan Statusnya: Hanya Sebagai Saksi

"Yang sudah jalan PO Harapan Jaya, Sahara, Harapan Baru, Sari Mulya, Aneka Jaya, dan Bagong," tutur Oni kepada TribunJatim.com.

Tak cuma armada, jumlah penumpang yang naik turun dari terminal Trenggalek juga merosot tajam.

Dari terminal Trenggalek, kata dia, penumpang yang naik-turun hanya hitungan jari. Katanya, rata-rata jumlah penumpang hanya tiga sampai empat orang saja per armada.

"Kalau ditotal jumlah penumpang satu hari berangkat rata-rata 99 orang, dan jumlah penumpang yang datang 87 orang," ucapnya.
Pihak terminal, ujar dia, masih menerapkan prosedur protokoler kesehatan di terminal. Pihaknya masih merujuk pada aturan Surat Edaran Menteri Perhubungan nomor 11 tahun 2020.

Dias Ahmad, salah satu penumpang bus, mengatakan, kondisi dalam bus masih sangat senggang ketika melaju dari Trenggalek menuju Kediri.

"Tidak sampai separuh kapasitas. Dari Trenggalek apalagi, sepi sekali. Mulai banyak yang naik setelah sampai Tulungagung," kata Dias, yang pulang-pergi naik bus untuk urusan pekerjaan.

Selain menumpang yang minim, jam keberangkatan bus juga tak seteratur ketika kondisi sebelum pandemi.

"Jam berangkatnya molor dari keberangkatan. Yang naik dari Trenggalek saat itu cuma enam orang," tutur dia. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved