Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Gini Curahan Hati Ibu Rumah Tangga Saat Pandemi Covid-19, Baca di Buku 'New Normal Cara Kami'

Ajak ibu rumah tangga hingga politikus curahkan perasaan selama pandemi Covid-19. Lahir tiga buku sekaligus, satu berjudul 'New Normal Cara Kami'.

SURYA/HABIBUR ROHMAN
PULUHAN PENULIS - Editor buku "Kiat Hidup di Tengah Krisis Covid-19" Teguh Wahyu (batik merah) saat menyerahkan sumbangan buku yang diwakili Bidang deposit Akuisisi Pelestarian dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Jawa Timur Sugeng Priyanto, Kamis (16/7/2020). Buku Antologi yang disumbangkan di perpustakaan Jl Menur Pumpungan ini gabungan dari 40 penulis. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Teguh Wahyu Utomo memilih cara berbeda untuk menyuarakan perasaan masyarakat selama pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Ia mengajak puluhan masyarakat dari beragam latar belakang untuk mengungkapkan perasaan mereka semasa pandemi lewat sebuah buku.

Tak hanya satu, pria yang akrab disapa Tomo itu membuat tiga buku sekaligus yang berisi tentang perasaan dan pemikiran sebagian masyarakat selama pandemi Covid-19.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Unair Jalur Mandiri 2020 Dibuka 20 Juli, Ada 2 Jenis, Berikut Skemanya

4 Tahun Buron, Perampok Sadis Bawa Celurit Diringkus Jatanras Polda Jatim: Pernah Tewaskan Korbannya

"Tapi saat ini baru ada dua buku yang selesai dirilis yakni, 'Kiat Hidup di Tengah Krisis COVID-19' dan 'New Normal Cara Kami'. Buku ketiga kami yang berjudul 'Waspada Gelombang Kedua Corona' masih dalam proses pencetakan," ujar Tomo saat ditemui di Perpustakaan Daerah Jawa Timur ( Perpusda Jatim ), Menur Pumpungan, Kamis (16/7/2020).

Tomo mengaku, awalnya kegiatan menulis buku ini tidak masuk dalam daftar kegiatannya. Ia hanya ingin membagikan semangat menulis dan literasi kepada masyarakat yang tertarik.

"Jadi memang awalnya saya bikin pengumuman di media sosial Facebook dan Instagram itu hanya untuk membuat kelas menulis online.

Potret Perjuangan Siswa SMP di Malang Demi Kerjakan Tugas Online, Pergi ke Warkop Manfaatkan Wifi

Menko PMK Apresiasi Pusat Observasi Covid-19 di BPSDM Jatim, Akan Diduplikasi di Sidoarjo dan Gresik

Namun rupanya dari kegiatan itu, saya justru mendapat ide mengumpulkan hasil tulisan teman-teman untuk dijadikan antologi dengan tema berbeda," terangnya.

Tomo mengaku, untuk menulis satu buku tak memerlukan waktu yang lama, hanya sekitar satu bulan. Justru proses editorial dan pencetakan yang memerlukan waktu lebih lama.

Para penulis buku ini, menurut Tomo, berasal dari profesi yang berbeda. Dari ibu rumah tangga hingga politikus. Hal tersebut ternyata tidak begitu dipermasalahkan Tomo.

"Karena kan di sini kita sama-sama belajar. Jadi karena latar belakang pembuatan buku ini adalah kelas menulis online, maka tiap-tiap penulis yang belum berpengalaman, akan berkonsultasi pada saya melalui grup. Kalau ingin lebih intens, biasanya mereka chat saya secara personal," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Akira Tandika
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved