Virus Corona di Gresik
BPNT Bagi KPM di Gresik Tak Kunjung Ada Perbaikan, Warga Masih Terima Bansos di Bawah Rp 200 Ribu
Warga kurang mampu yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gresik harus lebih bersabar.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Arie Noer Rachmawati
Pihaknya selama ini terima beres. Hanya menyalurkan bantuan ketika barang sudah sampai di desa.
Dirinya pun tahu jika pengambilan seharusnya dilakukan di e-warong. Tapi di daerahnya belum ada e-warong.
Nah, agen dari luar desa yang datang ke tempatnya. Parahnya agen-agen di setiap desa itu sudah ditentukan oleh sejumlah pihak itu.
• Kisah Fotografer Lihat Detik-detik Ajal Jenazah Covid-19, Mulut Korban Merintih, Buatku Menggigil
“Agennya orang GKB namanya bu Ida, istri dari mantan anggota DPRD,” katanya kepada tim.
Ida tidak menyuplai seluruh komoditi sendirian. Sebagai agen ia hanya menyuplai bahan pangan beras. Sedangkan telur, kacang hijau, hingga buah supliernya berbeda-beda.
Nah selain para agen, suplier-suplier yang menguasai di Manyar pun sudah ditentukan dari tikor. Padahal seusai pedum, agen berhak memilih suplier.
• Kisah Perawan Cantik 27 Tahun Dinikahi Kakek 103 Tahun, Warga Heboh dan Goda Mempelai di Pelaminan
Benang kusut penyaluran BPNT di lapangan ini ternyata tidak sama dengan disampaikan oleh Koordinator Daerah Suwanto beberapa waktu lalu, sebelum pendistribusian barang setiap bulan diadakan rapat tikor kecamatan.
Forum tersebut melibatkan koordinator kecamatan PKH, satgas atau pengawas dalam hal ini aparat, perwakilan pemerintah desa, agen, perwakilan KPM, hingga tenaga kesehahteraan sosial kecamatan (TKSK).
Tanpa melibatkan koordinator PKH. Padahal seharusnya suplier tidak boleh ikut dalam forum itu.
Ternyata banyak perangkat desa dan pendamping PKH yang dilibatkan. Bahkan penunjukkan agen dan suplier juga demikian.
Penulis: Willy Abraham
Editor: Arie Noer Rachmawati