Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Jual Beli Hewan Kurban di Malang, Meningkat Drastis Jelang Idul Adha
Aktivitas jual beli hewan kurban di Kota Malang jelang Idul Adha tak turut terdampak pandemi Covid-19.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Aktivitas jual beli hewan kurban di Kota Malang jelang Idul Adha tak turut terdampak pandemi Covid-19.
Malahan, penjualan lebih banyak dari tahun sebelumnya.
“Yang beli malah lebih banyak. Nggak ada gangguan,” kata seorang pedagang hewan kurban di Pasar Madyopuro, Elmmi Nafi’, Senin (20/7/2020).
• Peringatan Keras Sekda Kabupaten Malang Baru, ASN Selingkuh Bisa Dipecat, Biar Ada Efek Jera
• ODP, PDP dan Pasien Positif Covid-19 di Malang Boleh Perpanjang SIM Tanpa Buat Baru, Ini Syaratnya!
• Siswa SD hingga Mahasiswa Tak Mampu Tapi Berprestasi Diberi Beasiswa Pemkot Malang, Total 3 Miliar
Pria yang akrab disapa Elnaf ini mengungkapkan berhasil menjual 138 ekor sapi meski Idul Adha masih 10 hari lagi. Dia juga mendapat pesanan 18 ekor sapi yang belum diserahkan kepada pembeli.
“Tahun lalu sampai Idul Adha itu terjual sekitar 90 sapi,” ujarnya.
Elnaf mengatakan penjualan sapi yang dilakukan di lapaknya berbasis pre order atau pesan dulu. Tahun ini, pemesanan dibatasi sampai pekan ini dan tak akan dilayani kembali.
“Kalau pesan minggu depan mohon maaf nggak bisa,” tutur dia.
Hewan qurban yang dijual Elnaf didatangkan dari Bali sejak tiga bulan lalu. Sapi Bali memang menjadi favorit karena tulang mereka kecil dan dagingnya tebal. Satu ekor sapi dihargai Rp 15 juta sampai Rp 35 juta.
Meski penjualan meningkat, harga sapi cenderung turun bila dibandingkan tahun lalu, “Tahun lalu bisa sampai Rp 38 juta,” tutupnya.