Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Bulan Depan, Pemkab Trenggalek Salurkan Rp 6 M untuk Stimulus Usaha Mikro

Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur akan menyalurkan dana insentif untuk stimulus usaha mikro Agustus mendatang.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ketika mengunjungi pembukaan bangunan baru Pasar Karangan, Kecamatan Karangan, Trenggalek, Rabu (22/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur akan menyalurkan dana insentif untuk stimulus usaha mikro Agustus mendatang.

Total dana stimulus yang bakal disalurkan senilai Rp 6 miliar. Rencananya, dana bakal dibagikan untuk sekitar 11 ribu pengusaha mirko.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, insentif itu berupa dana pemulihan ekonomi.

Pria yang akrab disapa Mas Ipin itu bilang, para pelaku usaha mikro banyak yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

Sejak pandemi masuk sekitar lima bulan lalu, pemasukan usaha mikro menurun. Ketika mamasuki masa adaptasi kebiasaan baru, mereka harus bersiap untuk kembali bekerja.

"Stimulus akan kami berikan karena pelaku usaha mikro butuh modal dan operasional usaha untuk kembali memulai usahanya. Ini untuk membantu mereka," ucap Mochamad Nur Arifin, Senin (27/7/2020).

Mulai Hari Ini KBS Kembali Buka, Aturan New Normal: Pengunjung Hanya Boleh Melihat Satwa

BREAKING NEWS - Remaja Surabaya Tega Setubuhi Adik Kandung, Contoh Adegan di Video Porno

Gus Yani Geram JPS Tahap II di Kabupaten Gresik Tak Kunjung Cair

Mochamad Nur Arifin menjelaskan, hingga saat ini sudah ada sekitar 11 ribu hingga 12 ribu pelaku usaha mikro yang sudah terdata.
Total dana bantuan yang tersedia akan disalurkan kepada para pengusaha mikro itu.

"Rp 6 miliar itu dibagi antara 11 ribu atau 12 ribu. Mungkin per pelaku usaha bisa mendapat sekitar Rp 500 ribu," tuturnya kepada TribunJatim.com.

Kepala Dinas Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek Agoes Setiyono menambahkan, proses pengumpulan data dan verifikasi sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu.

Ia optimistis, dana insentif yang berasa dari APBD itu bisa tersalur tepat waktu, yakni Agustus mendatang.

Agoes mengakui, banyak pelaku usaha mikro yang mengeluhkan dampak pandemi. Era adaptasi kebiasaan baru ini menjadi momentum mereka untuk membangkitkan gairah ekonomi.

"Tapai ketika mereka memulai usaha, mereka binggung modalnya habis. Jadi stimulus ini semacam modal usaha awal untuk mereka," ucap Agoes.

Usaha mikro, kata dia, menjadi sasaran utama karena umumnya mereka membutuhkan modal cepat di era ini.
Agoes menyebut, usaha mikro yang dimaskud adalah seluruh kegiatan produksi barang dan jasa yang memiliki aset maksimal Rp 50 juta, di luar tanah dan bangunan.

"Misalnya, pedagang kaki lima, dan lain sebagainya," pungkas Agoes. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved