Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Hati-hati Mendaki di Gunung Lawu, Cuaca Ekstrem Menerpa, Udara Dingin Capai 9 Derajat di Puncak

Sejak empat hari lalu, terjadi cuaca ekstrem di puncak Gunung Lawu. Udara dingin yang berhembus mencapai sembilan derajat celcius.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Sudarma Adi
TRiBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO
Meski beberapa hari suhu udara dipuncak Gunung Lawu dan sekitar mencapai 9 derajat celcius, namun pendaki dari berbagai daerah terus berdatangan. Udara dingin sepertinya tidak membuatnya urung memuncak. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sejak empat hari lalu, terjadi cuaca ekstrem di puncak Gunung Lawu.

Udara dingin yang berhembus mencapai sembilan derajat celcius.

Namun cuaca ini tak menyurutkan niat pendaki yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, yang ingin naik ke puncak Gunung Lawu. Bahkan pendaki terus berdatangan.

Petani di Magetan Untung Besar Tanam Tomat Corona: Tahan Penyakit dan Tak Mudah Layu

Warga Banjarrejo di Magetan Aspal Jalan Secara Sukarela, Tak Digaji Demi Akses Pendidikan Anak

Suplai BBM Jenis Premium Dihentikan Bupati, DPRD Magetan Mengaku Tidak Tahu

Udara dingin yang menusuk tulang ini bisa dirasakan saat kita masih berada di pintu pendakian Cemorosewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Cuaca ekstrem yang terjadi di Gunung Lawu itu akan menurun bila malam hari. Suhu udara sembilan derajat celcius itu terjadi siang hari, di Cemorosewu.

Sedang di puncak Gunung Lawu suhu udara diperkirakan bisa di bawah sembilan derajat cekcius.

Saat ini, puncak Gunung Lawu yang mempunyai ketinggian 3.265 meter diatas permukaan laut (dpl) ini selain lagi musim dingin, juga angin kencang. Cuaca ekstrem ini hampir terjadi setiap tahunnya, di awal musim kemarau.

"Suhu dingin sembilan derajat celcius ini terjadi di bawah, di pintu pendakian Cemorosewu. Di puncak Gunung Lawu, suhu udara lebih dingin lagi, kemungkinan di bawah sembilan derajat celcius,"kata Maulana Fajrin, salah satu pendaki warga Denpasar, Bali, Senin (27/7).

Dikatakan Maulana Fajrin, untuk menghangatan tubuh, pendaki di puncak gunung Lawu membuat api unggun dan mengenakan baju hingga berlapis lapis, untuk menahan suhu ekstrem dan angin kencang yang bertiup di puncak Gunung Lawu.

"Di puncak gunung Lawu masih ada sekitar 100 orang pendaki yang bertahan. Saya bersama teman teman sudah lima hari berada di puncak Gunung Lawu,"kata Maulana Fajrin, yang mengaku baru pertama kali ini muncak di Gunung Lawu.

Menurut Maulana Fajrin, seluruh pendaki yang sebagian besar masih bertahan di puncak Gunung Lawu itu, naik ke puncak lewat pintu masuk jalur pendakian Cemorosewu, Desa Ngancar, Plaosan, Magetan, Jawa Timur.

"Saat masuk pos pintu pendakian, oleh pengelola diminta mempersiapkan fisik dan peralatan lengkap untuk menghadapi cuaca ekstrem diatas. Makanya kita bisa melalui suhu udara ekstrem di puncak,"kata Maulana Fajrin

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved