Virus Corona di Malang
Stasiun Kota Baru Malang Sediakan Rapid Test Virus Corona untuk Penumpang, Harganya Lebih Murah!
Biaya yang dikenakan dalam rapid test virus Corona atau Covid-19 di Stasiun Kota Baru sekitar Rp 85.000.
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifki Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 51 penumpang telah menjalani rapid test virus Corona atau Covid-19 yang digelar di Stasiun Kota Baru Malang, Sabtu (1/8/2020).
Hasilnya, seluruhnya nonreaktif.
Layanan rapid test tersebut diberikan kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan kereta api jarak jauh.
Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Heru Suprapto menjelaskan, kegiatan rapid test tersebut hanya dilakukan di tiga stasiun di Jawa Timur.
Selain Stasiun Kota Baru Malang, dua stasiun lainnya ialah Stasiun Gubeng Surabaya dan Stasiun Pasar Turi Surabaya.
"Ini adalah pelaksanaan hari pertama rapid test di Malang. Kota Baru dipilih karena termasuk stasiun yang melayani kereta api jarak jauh. Dan jumlah penumpang di Malang sangat luar biasa di hari biasa," ucapnya.
• Orang Tua Siswa Tak Perlu Pusing Rogoh Kocek Internet Anak, Pemkab Malang akan Sediakan Wifi Gratis
• Pastikan Hewan Kurban Sehat, Polresta Malang Kota Gelar Penyembelihan, Gandeng Universitas Brawijaya
Heru Suprapto mengatakan, rapid test ini merupakan syarat wajib bagi penumpang yang akan menjalani perjalanan jarak jauh.
Misalkan ada penumpang yang enggan untuk menjalani rapid test, maka penumpang tersebut diharuskan menunjukkan surat keterangan sehat.
Biaya yang dikenakan dalam rapid test di stasiun sekitar Rp 85.000.
Angka tersebut sedikit lebih murah dari biaya rapid test yang pada umumnya berkisar antara Rp 150.000-Rp 300.000.
"Memang harganya ini lebih terjangkau. Pelayanan rapid test akan kami lakukan setiap hari mulai pukul 07.00 WIB-16.00 WIB," ucapnya.
• Tanya Kejelasan Jual Beli Lahan Puskesmas Ngantang, Pengacara Kirim Surat ke Bupati Malang
• Tiga Jabatan Kepala OPD di Pemkot Malang Kosong, Sutiaji Belum Bisa Gelar Lelang Jabatan Terbuka
Tak hanya itu, apabila ada penumpang yang hasil rapid testnya reaktif, maka biaya pembelian tiket akan dikembalikan oleh PT KAI.
Penumpang tersebut kemudian akan diserahkan ke Dinas Kesehatan Kota Malang agar dilakukan perawatan lanjutan.
"Secara teknis seperti itu. Hasil rapid test ini bisa digunakan untuk 14 hari ke depan," ucapnya.