Breaking News:

Pabrik Susu Blitar Cemari Sungai Genjong, Ternak Ikan Koi Warga Mati, Protes Diabaikan: Lihat Saja!

Warga Dusun Genjong Kecamatan Wlingi, Blitar siap protes pabrik susu yang mencemari kolam budi daya ikan koi warga. Aksi gagal: liat saja.

SURYA/IMAM TAUFIQ
Warga bersiap hadang truk perusahaan pabrik susu yang melintas di Dusun Genjong, Selasa (4/8/2020) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Belasan warga Dusun Genjong, Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Blitar melakukan aksi protes terhadap pabrik susu.

Mereka berencana melakukan penghadangan terhadap truk yang keluar masuk pabrik susu, Selasa (4/8/2020) siang.

Aksi tersebut dilatar belakangi kekecewaan, limbah kotoran sapi pabrik susu tersebut menyebabkan gagal panen budi daya ikan koi warga.

Pergoki Suami Selingkuh, Diam-diam Istri Balas Dendam, Harta & Aset Selamat, Kini Cari Kebahagiaan

Duta Kampus ITS Pilih Abaikan Omongan Buruk Demi Berkembang, Berprestasi Tak Hanya Soal Akademik

Namun entah ada apa, tiba-tiba hari itu tak ada satu pun truk yang melintas.

Padahal, biasanya tiap hari itu ada puluhan truk pabrik yang melintas di Dusun Genjong, lokasi pendemo beraksi.

Baik truk yang akan mengirim pakan ternak buat sapi perah dan truk tangki yang mengangkut susu untuk dibawa ke pabrik susu satunya yang ada di Kabupaten Malang, biasanya melewati jalanan itu.

Gakkumdu Kejari se-Jatim Sudah Aktif, Siap Tindak Tegas Temuan Tindak Pidana Pilkada Serentak 2020

Jambret Beraksi di 3 Titik Kota Surabaya, Waktunya Hampir Bersamaan, Korban Remaja hingga Orang Tua

"Kami yakin, ini bocor karena kok bisa tiba-tiba hari ini tak ada truk yang melintas di desa kami. Padahal, biasanya setiap satu jam sekali itu, ada truk tangki yang keluar dari pabrik untuk membawa susu," kata Joko Wiyono, ketua LSM Ganas (Gerakan Anak Nasionalis), yang mendampingi aksi warga tersebut,

Begitu juga, lanjut dia, setiap satu jam sekali juga ada deretan truk yang naik ke arah pabrik susu yang ada di Desa Ngadirengo, Kecamatan Wlingi.

Mereka mengirim pakan ternak karena pabrik itu memelihara sapi perah sebanyak 7.625 ekor.

Otomatis, setiap hari, pabrik itu membutuhkan pakan yang cukup banyak.

"Wong, biasanya itu, mulai pukul 05.00 WIB, sudah ada truk tangki yang melintas. Ia membawa susu untuk dikirim ke Malang. Namun, hari ini kok aneh, sepi dan tak ada truk sama sekali yang lewat" ujarnya.

Karena tak truk yang melintas, warga yang sudah bersiaga di halaman balai Dusun Tegalasri itu langsung membubarkan diri.

Sebab, sasarannya atau truk yang akan dihadang itu tak ada yang melintas. Lokasi penghadagan itu berjarak sekitar 5 km dari lokasi pabrik susu tersebut.

"Aksi kami ini sebagai bentuk dukungan kepada warga yang terkena dampak limbah kotoran sapi. Sebab, banyak ikan koi yang jadi budi daya warga itu, mati semua. Sementara, pihak pabrik sepertinya tak ada kepedulian atas gagal panennya budi daya ikan itu," ujarnya.

Namun demikian, Joko mengaku tak akan putus asa meski hari itu aksinya tak membuahkan hasil.

Ia tetap akan selalu mendampingi warga. Sebab, pihak pabrik terkesan membandel karena tak ada usaha untuk mencegah pencemaran limbah kotoran sapinya.

Indikasinya, Sungai Genjong bukannya bersih namun kian tercemar parah.

"Lihat saja, kami akan melakukan upaya lainnya, untuk mendampingi warga ini," paparnya.

Meski aksinya tak membuahkan hasil, namun kekecewaan mereka terobati karena didukung anggota dewan.

Yakni, Sugianto, Ketua Komisi IIi dan sekretarisnya, Panoto, menemui pendemo ke balai desa.

Intinya, mereka memberikan support atas perjuangan warga, yang memprotes pada pabrik susu itu.

"Pabrik ini terkesan tak kooperatif. Meski sudah mengakui membuang limbahnya ke sungai namun tak ada etikad baik untuk membenanhi kolam limbahnya," tegas wakil rakyat dari Partai Gerindra itu.

Sugianto menambahkan, setiap kali disidak, pihak pabrik susu itu hanya janji-janji saja, kalau akan membangun kolam limbahnya. Namun, mana buktinya?

"Malah, seminggu lalu usai sidak, kami menemukan pipa paralon di dekat pabrik itu, yang membuang tletong (kotoran sapi) ke sungai. Tapi mana tanggungjawab dia atas kasus dugaan pencemaran lingkungan itu," ungkap Sugianto.

Penulis: Imam Taufiq

Editor: Heftys Suud

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved