Hari Kemerdekaan 2020

Tengok Aktivitas Kampung Bendera Surabaya di Tengah Pandemi: Omzet Naik Pesat Sampai 50 Persen

Asal usul Kampung Bendera yang berada di Jalan Darmo Kali 111 di Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Mayoritas jualan ornamen merah putih.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Warga sedang berjalan melintasi area Kampung Bendera di Surabaya yang berlokasi di Darmokali-Wonokromo, Senin (10/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memasuki bulan Agustus, kampung di berlokasi di Jalan Darmo Kali 111 di Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya akan tampak ramai dengan ornamen merah putih. 

Lantaran, pada bulan Kemerdekaan Indonesia, warga kampung akan serempak berjualan oranamen. Mulai dari bendera merah putih, umbul-umbul dan masih banyak yang lainnya.

Saking banyaknya pedagang ornamen merah putih di sana, kampung itu dijuluki sebagai Kampung Bendera.

Kakek 73 Tahun Tewas Terkapar di Jalan Raya Balongpanggang, Motor Oleng Melewati Marka Jalan

Pelayanan Dinkes Kota Batu Dinilai Kurang Maksimal, DPRD: Jadi Catatan untuk Anggaran Selanjutnya

Gatot Seriadi, satu diantara pedagang grosir penjual ornament merah putih yang berada di kampung tersebut mengatakan asal-usul kampungnya dijuluki Kampung Bendera.

Dahulu, ada seorang penjual yang berjualan di pinggiran jalan raya diusir oleh Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP.

“Jadi pedagang tersebut dulu tidak boleh berjualan, kondisi ini lah yang membuatnya pindah masuk di sini untuk berjualan dan lambat laun pun warga di sekitar sini ikut juga berjualan bendera,” ujar Gatot kepada TribunJatim.com, Senin (10/8/2020) di Darmo Kali, Surabaya.

Berkaca dari hal itulah, lanjut Gatot, maka akhirnya munculah julukan Kampung Bendera.

Dipanggil TC Timnas U-16, Marselino Ferdinan Ingin Berikan yang Terbaik Bagi Tim Garuda Muda

Kepala Puskesmas dan 10 Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Trowulan Mojokerto Ditutup 1 Pekan

Bahkan, masih kata Gatot, para pedagang termasuk pedagang eceran maupun grosir adalah warga daerah setempat.

Dirinya juga mengatakan, bahwa saat bulan Agustus tiba, kampungnya selalu ramai menjadi jujukan bagi para pencari bendera, umbul-umbul, maupun aksesoris untuk menyemarakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang setiap tahunnya dirayakan pada Agustus.

Dan meski, lanjutnya, kampunya mulai viral saat bulan Agustus, sebelum bulan Agustus pun dirinya dan para pedagang lainnya sudah berjualan.

"Sebenarnya sebelum bulan Agustus, saya dan pedagang lainnya sudah berjualan serta menyediakan berbagai bendera, umbul-umbul dan aksesoris yang berkaitan dengan perayaan HUT RI, sehingga di bulan Agustus adalah waktu untuk mengais rejeki dari adanya momen perayaan HUT RI yang dirayakan setahun sekali," ujar Gatot.

Disinggung soal pendapatannya ketika Agustus tahun ini ada Corona, Gatot mengatakan, meskipun tahun ini ada wabah pandemi Corona namun geliat penjualan bendera di Kampung Bendera justru naik pesat.

“Penjualan tahun ini yang ditengah adanya pandemi justru jadi keunikannya, karena akhir-akhir ini omset kita mala rata-rata naik pesat sampai 50 persen,” kata pria yang telah berjualan ornament merah putih selama 15 tahun itu.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved