Breaking News:

1060 Personlil Gabungan Siap Amankan Kegiatan Malam Satu Suro dan Suro 2020 di Madiun

Aparat kepolisian dan TNI terap akan menyiagakan pasukan meski seluruh perguruan silat di Kota dan Kabupaten Madiun, Jawa Timur

(Surya/Rahadian bagus)
Forkopimda bersama 14 Ketua Perguruan Silat di Kabupaten Madiun berfoto bersama usai acara Parade 1400 Pendekar di Pendopo Ronggo Jumeno, Kabupaten Madiun, Jumat (26/10/2018) sore. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Aparat kepolisian dan TNI terap akan menyiagakan pasukan meski seluruh perguruan silat di Kota dan Kabupaten Madiun, Jawa Timur sepakat tidak mengadakan kegiatan Malam Satu Suro dan Suro tahun 2020 yang dapat mendatangkan massa.

Penyiagaan personil gabungan ini bertujuan untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif. Hal itu disampaikan Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto, usai memimpin apel kesiapan pasukan pengamanan Malam Satu Suro dan Satu Suro tahun 2020 di lapangan Tri Brata Mapolres Madiun, Selasa (18/8/2020) pagi.

"Kami siap melaksanakan pengamanan dengan kekuatan 1060 personel dari unsur gabungan TNI-Polri dan instansi terkait," kata Eddwi.

Kapolres menjelaskan, sebanyak 1060 personel gabungan itu akan ditempatkan di delapan titik strategis. Di antaranya di pintu masuk perbatasan wilayah Ngawi, Ponorogo, Magetan dan Nganjuk.

Selain itu, aparat juga akan melakukan penyekatan dan patroli guna mengantisipasi apabila ada anggota perguruan tetap nekat datang ke wilayah Madiun.

BREAKING NEWS - Pria Kota Malang Cium Jenazah Covid-19, Dijemput Paksa TNI-Polisi Satu Kompi

BI Batasi 150 Penukar Per Hari Untuk UPK Rp 75.000 di Masing-Masing Kantor

Emosi Mama Rieta ke Raffi Ahmad soal Rafathar, Sampai Tutup Telepon, Ayah Tiri Nagita: Masalah Besar

Eddwi mengatakan, sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan sejumlah personel juga disiagakan di lokasi yang sering terjadi gesekan antar perguruan silat, untuk memperkuat agar tidak ada provokasi seperti pelemparan.

"Mulai dari Caruban sampai masuk Nglames kami siagakan masing-masing sekitar 100 personel," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Eddwi juga mengimbau agar kegiatan Nyekar, tidak dilaksanakan sementara waktu karena pandemi Corona. Sedangkan pengesahan warga baru juga diimbau agar dilakukan di ranting masing-masing.

Apabila ada pesilat yang nekat menerobos masuk wilayah Madiun, aparat akan bertindak tegas.

"Ini masih situasi Pandemi, patuhi protokol kesehatan, tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa. Kami akan menindak tegas apabila ada pesilat yang bertindak anarkis, memprovokasi ataupun nekat masuk ke Madiun. Akan dihalau dan diminta kembali ke rumah masing-masing," jelasnya.

Sementara, Dandim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto yang juga hadir dalam apel menambahkan, pelaksanan peringatan Suro tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak ada pelaksanaan di padepokan pusat, kegiatan hanya dilakukan di ranting untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Dandim menjelaskan, di setiap ranting juga akan ditempatkan personel TNI-Polri yang bertugas mengamankan kegiatan.

"Jadi, personel selain melakukan penyekatan juga memantau pelaksanaan protokol kesehatan di tiap-tiap ranting," ungkap Dandim.

Personel akan mengawasi pesilat yang lalai dan tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker, tidak cuci tangan dan Psycal Distancing.

"Kami yang wajib mengingatkan. Karena kita tidak bisa melihat siapa yang terkena, sehingga vaksin yang paling penting adalah tiga itu. Cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak," pungkasnya. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved