Virus Corona di Indonesia

Prediksi WHO Soal Covid-19 Bisa Berakhir dalam 2 Tahun, Berkaca dari Wabah Flu Spanyol pada 1918

Kepala organisasi kesehatan dunia (WHO) berharap pandemi Corona bisa berakhir dalam dua tahun. Simak penjelasannya berikut ini!

Instagram.com/@who
Ilustrasi - Kepala organisasi kesehatan dunia (WHO) berharap pandemi Covid-19 bisa berakhir dalam dua tahun. 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini prediksi dari WHO soal Covid-19 bisa berakhir dalam 2 tahun.

Berkaca dari wabah flu Spanyol yang terjadi pada tahun 1918.

Kepala organisasi kesehatan dunia (WHO) berharap pandemi Covid-19 bisa berakhir dalam dua tahun.

Berbicara di Genewa pada Jumat (21/08), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan wabah flu Spanyol pada 1918 butuh waktu dua tahun untuk ditangani.

Namun dia menambahkan kecanggihan teknologi saat ini bisa membuat dunia menangani virus Covid-19 dalam waktu yang lebih singkat.

"Tentunya dengan lebih banyak konektivitas, virus memiliki peluang lebih besar untuk menyebar," ujarnya.

 "Tetapi pada saat yang sama, kita juga memiliki teknologi untuk menghentikannya, dan pengetahuan untuk menghentikannya," katanya, menekankan pentingnya "persatuan nasional, solidaritas global".

Novel Coronavirus
Novel Coronavirus (Instagram.com/@who)

Tren Gowes Lagi Booming di Kota Malang, Dishub Imbau Pegowes Harus Pahami Isyarat Bersepeda

Keseruan Difabel Ponorogo Gelar Lomba Kemerdekaan, Berharap Atlet Paralympic Lebih Diperhatikan

Kepala Rutan Klas I Surabaya Ungkap Hasil Rapid Test Henry J Gunawan Nonreaktif Covid-19

Wabah flu Spanyol yang mematikan telah mengakibatkan 50 juta orang meninggal dunia.

Adapun virus Corona sejauh ini telah membuat hampir 800.000 orang meninggal dunia dan menginfeksi 22,7 juta orang.

Dia juga merespons pertanyaan tentang korupsi alat pelindung diri (APD) selama pandemi yang dia gambarkan sebagai "tindakan kriminal".

"Korupsi jenis apapun sangat tak bisa diterima," jawabnya.

"Bagaimanapun, korupsi berkaitan dengan APD... bagi saya sebenarnya pembunuhan. Karena jika petugas kesehatan bekerja tanpa APD, kita mempertaruhkan nyawa. Dan itu juga membahayakan nyawa orang yang mereka layani."

Bersepeda Jadi Tren, Anak Yatim di Desa Purwoagung Banyuwangi Dapat Hadiah Sepeda BMX

Kodim 0812 Beri Layanan WiFi Gratis untuk Pelajar di 26 Koramil, Bantu Pembelajaran Daring Siswa

Istri Cak Nur juga Dinyatakan Positif Covid-19, Dinkes Tracing Keluarga dan Semua yang Berhubungan

Meski soal dugaan korupsi APD itu terjadi di Afrika Selatan, sejumlah negara pernah menghadapi persoalan serupa.

Pada hari Jumat (21/08/2020), protes diadakan di ibu kota Kenya, Nairobi atas dugaan korupsi selama pandemi, sementara dokter dari sejumlah rumah sakit umum kota melakukan pemogokan karena gaji yang belum dibayar dan kurangnya peralatan pelindung.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved