Pilkada Kota Blitar

Pasca Rekomendasi PKB Turun, PPP Gabung PDIP dan Gerindra Usung Santoso-Tjutjuk di Pilwali Blitar

DPC PPP Kota Blitar akhirnya memutuskan ikut berkoalisi dengan PDIP dan Partai Gerindra mengusung Santoso-Tjutjuk Sunario di Pilwali Blitar 2020.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi, Agustus 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - DPC PPP Kota Blitar akhirnya memutuskan ikut berkoalisi dengan PDIP dan Partai Gerindra mengusung pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Bakal Calon Wakil Wali Kota Santoso-Tjutjuk Sunario di Pilwali Blitar 2020.

Sikap politik DPC PPP Kota Blitar berubah pasca keluarnya rekomendasi dari PKB untuk pasangan Henry Pradipta Anwar - Yasin Hermanto di Pilkada Kota Blitar 2020.

Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi mengatakan, PPP yang memiliki tiga kursi di DPRD Kota Blitar berencana mengusung bakal calon wakil wali kota di Pilwali Blitar.

Awalnya, PPP akan merekomendasi kader sendiri, yaitu, Nuhan Eko Wahyudi, sebagai bakal calon wakil wali kota di Pilkada Kota Blitar.

PPP juga sudah berkomunikasi dengan bakal calon wali kota yang diusung DPC PKB Kota Blitar, Henry Pradipta Anwar.

Tetapi, rekomendasi dari PKB turun satu paket untuk pasangan Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto.

Bupati Blitar Rijanto Buka Gerakan BISA di Pantai Tambakrejo, Berharap Pengunjung akan Meningkat

Wali Kota Blitar Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara secara Virtual

Posisi wakil untuk calon wali kota dari PKB sudah diisi Yasin Hermanto yang merupakan Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar.

Dengan begitu, Nuhan yang awalnya digadang-gadang menjadi bakal calon wakil wali kota dari PPP tidak mendapat pasangan.

"Awalnya, rekomendasi PPP akan diberikan ke Pak Nuhan, tapi karena tidak dapat gandengan akhirnya kami ke Pak Tjutjuk, yang menjadi calon wakil dari calon wali kota Santoso yang diusung PDIP di Pilwali Blitar 2020," kata Agus Zunaidi, Senin (24/8/2020).

Dikatakannya, sikap politik PPP untuk mendukung pasangan Santoso-Tjutjuk di Pilwali Blitar 2020 itu sudah melalui musyawarah internal partai.

Blitar Zona Oranye: Belum Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Antisipasi Sekolah Jadi Klaster Baru

KPU Minta Saran Perbaikan ke Bawaslu soal Temuan Data Pemilih Tak Penuhi Syarat Pilwali Blitar 2020

Menurutnya, hampir 95 persen suara internal partai mulai tingkat ranting, PAC, dan DPC menghendaki ikut mengusung pasangan Santoso-Tjutjuk di Pilwali Blitar 2020.

"Pak Tjutjuk juga ikut mendaftar dalam penjaringan bakal calon wali kota-bakal calon wakil wali kota di DPC PPP Kota Blitar. Pak Tjutjuk masuk satu dari empat nama pendaftar yang kami usulkan ke DPP melalui DPW untuk mendapat rekomendasi dari PPP di Pilwali Blitar 2020," ujarnya.

Untuk itu, Agus memastikan rekomendasi PPP di Pilwali Blitar 2020 akan diberikan kepada Tjutjuk, sebagai calon wakil wali kota yang berpasangan dengan calon wali kota dari PDIP, Santoso.

"Dari DPW juga sudah mengerucut ke Pak Tjutjuk. Rekomnya masih proses, perkiraan satu dua hari lagi sudah turun," katanya.

Kota Blitar Belum Gelar Pembelajaran Tatap Muka Lagi Meski Sudah Zona Oranye, Tak Mau Gegabah

Resmi Kantongi Rekomendasi PKB di Pilwali Blitar 2020, Henry-Yasin segera Matangkan Koalisi

Ketua DPC PDIP Kota Blitar, Syahrul Alim mengaku sudah berkomunikasi dengan DPC PPP Kota Blitar untuk membangun koalisi menghadapi Pilwali Blitar.

Menurutnya, dari hasil komunikasi, sekitar 90 persen sudah bisa dipastikan PPP akan bergabung dengan PDIP dan Partai Gerindra untuk mengusung pasangan Santoso-Tjutjuk di Pilwali Blitar 2020.

"Komunikasi dengan PPP sudah hampir deal, sekitar 90 persen dipastikan PPP akan bergabung dengan PDIP dan Partai Gerindra di Pilwali Blitar 2020," katanya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved