Breaking News:

Apotek Online Lifepack

Masih Banyak Pasien Hipertensi Tidak Konsisten Minum Obat, Lifepack Beri Kemudahan

CEO Lifepack dan Jovee, Natali Ardianto mengatakan, di Indonesia, masih banyak pasien hipertensi yang tidak konsisten mengonsumsi obat.

Editor: Dwi Prastika
Tribunnews
Ilustrasi minum obat 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di Indonesia, masih banyak pasien hipertensi yang tidak konsisten mengonsumsi obat.

Hal ini disampaikan oleh CEO Lifepack dan Jovee, Natali Ardianto dalam webinar We The Health Series dengan tema Fight! Hypertension ' The Silent Killer ' yang digelar oleh Tribun Network dan Lifepack .

"Ada dua istilah yakni medical adherence atau kepatuhan terhadap pengobatan atau medical nonadherence (MNA) atau ketidakpatuhan terhadap pengobatan," ungkapnya, Jumat (28/8/2020).

Webinar We The Health Series, webinar yang digelar oleh Tribun Network dan Lifepack, apotek digital yang berfokus pada obat penyakit kronis, Jumat (28/8/2020).
Webinar We The Health Series, webinar yang digelar oleh Tribun Network dan Lifepack, apotek digital yang berfokus pada obat penyakit kronis, Jumat (28/8/2020). (TRIBUNJATIM.COM)

Mengutip dari data Riskesdas 2018, Natali menyebut 54,4 persen pasien hipertensi rutin minum obat.

"Sementara 32,3 persen tidak rutin minum obat (MNA). Dan sisanya 13,3 persen tidak minum obat sama sekali," katanya.

Dia menambahkan, ada banyak alasan yang melatarbelakangi pasien tidak rutin meminum obat.

"63 persen di antaranya karena lupa, sisanya ada karena obatnya rumit, mahalnya harga, takut efek samping, dan ragu memerlukan obat," ungkapnya.

Agar pasien bisa konsisten mengonsumsi obat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yakni menggunakan kotak obat.

"Lifepack menyediakan kotak obat sekali pakai. Dengan ini, pasien tidak perlu khawatir minum obat. Sudah ada keterangan di antaranya aturan waktu konsumsi dan informasi lainnya," ungkap Natali.

Kemasannya yang transparan mempermudah melihat obat yang dikonsumsi.

Selain itu juga disobek untuk mempermudah dibawa.

Lifepack juga menyediakan aplikasi yang memudahkan untuk menebus resep secara online.

"Kami adalah apotek digital. Kami tidak melayani pasien walk-in sehingga higienitas tetap terjaga. Kami memiliki harga yang kompetitif. Pembersihannya sangat terjaga," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved