Wali Kota Batu Dewanti Perintahkan Dindik dan Dinkes Batu Cari Santri Terpapar Covid-19
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memerintahkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pelacakan di Al Izzah International Islamic Boardin
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memerintahkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pelacakan di Al Izzah International Islamic Boarding School.
Perintah itu menindaklanjuti setelah adanya kabar seorang santri pernah terkonfirmasi positif Covid-19.
"Saya akan perintahkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk pelacakan atau tracing," ujar Dewanti, Selasa (1/9/2020).
Dewanti mengatakan, sedari awal Pemkot Batu telah mengingatkan agar lembaga pelayanan publik menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu sangat penting agar potensi penularan Covid-19 dapat ditekan.
"Sejak awal kami sudah imbau untuk disiplin SOP. Menurut Dinas Pendidikan, SOP juga sudah dijalankan dengan baik di sana," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih menjelaskan, berdasarkan laporan yang ia terima, ada seorang santri kelas 9 sempat terkonfirmasi positif Covid-19. Kini, santri tersebut telah sembuh.
• Syarat Dapat Bantuan Sosial Tunai Rp500 Ribu, Simak Pula Cara Daftar Kartu Sembako, Sudah Siap Cair!
• Laka Lantas di Tuban, Dua Pemuda Tewas Setelah Terlibat Kecelakaan Beruntun
• Adly Fairuz Hijrah dari Dunia Artis, Cucu Maruf Amin Maju Jadi Cawabup Karawang: Siap Menang Kalah
Kronologisnya, santri asal Surabaya tersebut membawa hasil tes cepat atau rapid test sebelum masuk ke pesantren. Hasilnya non reaktif. Santri tersebut juga menjalani karantina selama 14 hari. Setelah selesai karantina, dilakukan tes cepat lagi.
"Hasilnya non reaktif," kata Eny kepada TribunJatim.com, Selasa (1/9/2020).
Pada 11 Agustus 2020, yang bersangkutan kembali masuk pondok. Empat hari kemudian, santri itu jatuh sakit.
Kata Eny, guru di Al Izzah sempat menanyakan terkait sakit yang dialami. Jawab santrinya, sakit karena alergi. Kondisinya saat itu pilek dan beringus.
"Tiba-tiba, pada 22 Agustus 2020, kok orang tua memaksa anaknya untuk pulang. Kemudian sekolah mengizinkan dan akhirnya dijemput," ujar Eny.
Setelah tiba di Surabaya, santri Al Izzah itu dibawa ke sebuah rumah sakit. Di sana, ia menjalani tes usap dan hasilnya positif Covid-19. Namun pada tes usap kedua yang hasilnya negatif.
"Anak-anak yang satu angkatan sudah dites dan non reaktif. Al Izzah akan melaporkan semua secara tertulis ke gugus tugas, lalu mengklarifikasi," terang Eny.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke pihak Al Izzah, bagian Humas bernama Mahfud belum bisa memberi keterangan pada Selasa siang. Ia berjanji akan menghubungi kembali Surya untuk memberikan penjelasan. Surya akan segera menayangkan keterangan dari Al Izzah begitu mendapat informasi yang kredibel. (Benni Indo/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dewanti-rumpoko-wali-kota-batu-bicara-soal-transisi-new-normal-1.jpg)