Pilkada Kabupaten Malang

Rasa Optimistis Malang Jejeg Menangkan Sengketa Pilkada Kabupaten Malang 2020 Tetap Menggelora

Tim Malang Jejeg menatap sengketa pemilihan dengan KPU Kabupaten Malang, dengan rasa optimistis meraih kemenangan.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Tim Malang Jejeg menatap sengketa pemilihan dengan KPU Kabupaten Malang, dengan rasa optimistis meraih kemenangan, Rabu (2/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tim Malang Jejeg menatap sengketa pemilihan dengan KPU Kabupaten Malang, dengan rasa optimistis meraih kemenangan.

Organisasi pengusung bakal calon bupati Malang dan bakal calon wakil bupati Malang jalur independen Heri Cahyono dan Gunadi Handoko ini menyatakan telah mengantongi segala alat bukti yang dibutuhkan.

"Kami haqul yaqin bahwa kita lolos ( ikut Pilkada Kabupaten Malang 2020 )," terang Ketua Tim Hukum Malang Jejeg, Susianto di Bawaslu Kabupaten Malang pada Rabu (2/9/2020).

Susianto menerangkan, ada 53 saksi yang dikerahkan Malang Jejeg. Terdiri dari Liaison Officer (LO) setiap desa.

"Padahal sebenarnya kita mau menghadirkan 950 saksi," ungkap Susianto.

Tanggapi Polemik KPU Kabupaten Malang dan Malang Jejeg, Anis Suhartini: Hanya Perbedaan Persepsi

Pendaftaran Penerimaan BLT Bagi UMKM di Kota Malang Diperpanjang, Begini Cara Daftarnya!

Keinginan itu pupus, setelah pimpinan musyawarah penyelesaian sengketa menolak permintaan Malang Jejeg.

"Katanya tidak perlu karena waktunya nanti panjang. Sehingga diminta representasi perwakilan saja," tutur Susianto.

Selain saksi dari LO, pihaknya akan mengerahkan dua orang saksi ahli.

"Kami menyampaikan jika verifikasi faktual tidak selesai karena kita kehilangan waktu. Makanya, kita minta ganti waktu saja," jelas Susianto. 

Malang Jejeg Sebut KPU Kabupaten Malang Tak Profesional hingga Laporkan Seluruh Komisioner ke DKPP

Berjalan Baik, Sensus Penduduk Online di Kota Batu Capai 90 Persen dari Target

Susianto memastikan, telah mengantongi bukti yang menyebut KPU Kabupaten Malang tidak profesional saat menjalankan verifikasi faktual.

"Kami ada bukti bahwa koordinasi dari PPS kepada LO, dilakukan ada yang tanggal 09 pada malam hari, ada yang tanggal 11, ada 12, ada 13, ada 15, bahkan 16. Bagaimana kita bisa melakukan persiapan," papar Susianto.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved