Breaking News:

Pilkada Gresik

Gabung ke Tim Qosim-Alif, Wakil Sekretaris PCNU Ajukan Surat Non-Aktif: Menghormati Keputusan PWNU

Wakil Sekretaris PCNU Gresik sekaligus Wakil Ketua MWC NU Ujung Pangkah KH Nafisul Atho' mengajukan surat non aktif dari kepengurusan PCNU Gresik

Istimewa
Nafisul Atho ajukan surat non aktif 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Wakil Sekretaris PCNU Gresik sekaligus Wakil Ketua MWC NU Ujung Pangkah KH Nafisul Atho mengajukan surat non aktif dari kepengurusan PCNU Kabupaten Gresik.

Atas permohonan ini, PCNU Gresik menyetujui pengajuan surat non aktif Nafisul Atho' sejak 9 September 2020. Saat ini Gus Ato bergabung ke dalam Tim Pemenangan Qosim-Alif.

Surat persetujuan ditandatangani Rais Syuriah KH Mahfudz Ma'shum, Khatib Drs. KH. Syuaib Zunaidi, Ketua Tanfidiyah KH Moh Chusnan Ali serta Sekretaris Tanfidiyah, Anharul Mahfudz.

Gus Atho' panggilan akrabnya menerangkan, dengan hormat berdasarakan maklumat surat intruksi PWNU Jatim No. 752/PW/A-II/L/IX/2020 yang dikeluarkan pada tanggal 7 September 2020 tentang rangkaian Pilkada serentak 2020.

Permudah Penanganan Kesehatan di Bawean, Qosim-Alif Bakal Beli Helikopter Jika Terpilih

"Kami menghormati keputusan PWNU Jatim," katanya Jumat (11/9/2020).

Gus Atho' yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ihsan menjelaskan, dirinya secara pribadi tidak ingin dalam proses Pilkada Gresik nanti ada embel-embel atau jubah NU yang digunakan. "Ibarat jubah, kalau sudah mengikuti proses pilkada atau mendukung salah satu paslon seyogianya tidak menyangkutpautkan organisasi NU," ujarnya.

Gus Atho' menjelaskan, NU sebagai Jamiyah Nahdiyyah (Organisasi Keagamaan) tentunya tidak baik diikutsertaan politik atau sebagai alat politik untuk dukungan.

"Organisasi NU sendiri adalah organisasi yang mengedepankan etika, moralitas sebagai jembatan masyarakat dalam melayani umat," tuturnya.

Gus Atho' melanjutkan, ormas tidak menjadi alat kampanye atau alat dukungan untuk paslon.

"Apalagi tidak sedikit ditemukan ada badan otonom(banom) NU yang ikut mendeklarasikan dukungan kepada paslon," jelasnya.

Gus Atho' menambahkan, jika ada anggota NU yang ikut dukung mendukung paslon, lebih baik gunakan alat politik yang memang pisah dengan organisasi NU. Atau anggota partai sekalian karena itu lebih baik untuk kemaslahatan ijtihad politik.

Ketua PCNU Gresik KH Chusnan Ali mengapresiasi langkah Gus Atho' mengajukan pemohonan non aktif di kepengurusan NU Gresik. "Iya betul Gus ATho sudah non aktif dari kepengurusan PCNU Gresik," kata KH Khusnan Ali.

Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved