Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Jalur Lintas Selatan Trenggalek-Tulungagung-Blitar Ditargetkan Terhubung Tahun 2023

Jalur Lintas Selatan ( JLS ) Trenggalek-Tulungagung-Blitar ditargetkan bisa rampung pada tahun 2023.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) di pegunungan sekitar Pantai Klathak, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung, Minggu (13/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Jalur Lintas Selatan ( JLS ) Trenggalek-Tulungagung-Blitar ditargetkan bisa selesai pada tahun 2023.

Hal ini diungkapkan oleh PLH Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJB) Jawa Timur-Bali, Sodeli.

Ruas jalur yang dimaksud adalah Tulungagung-Trenggalek, dan Tulungagung-Blitar.

Sedangkan total JLS dari Pacitan hingga Banyuwangi sepanjang 684 kilometer, ditargetkan selesai lima tahun ke depan.

JLS Trenggalek hingga Blitar terdiri dari dua lot, yaitu Lot 6 dan Lot 7.

Lot enam membentang sepanjang 17,78 kilometer, dari Pantai Prigi Trenggalek hingga Pantai Brumbun Tulungagung.

Orang Marah-marah Pakai Bahasa Inggris Teror Pedagang Pujasera Stasiun Tulungagung, Meresahkan

Khofifah Ajak Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur Kampanye Protokol Kesehatan ke Tulungagung

"Jika tidak ada kendala, pada awal 2023 jalur Trenggalek, Durenan lewat Prigi sudah tembus Brumbun Tulungagung," terang Sodeli.

Sedangkan Lot 7 membentang 37 kilometer, dari Pantai Brumbun hingga wilayah Blitar.

Jalur ini ditargetkan lebih dulu selesai, pada Oktober 2022.

Ruas ini akan dialokasikan bertahap tahun 2021 dan 2022.

Sodeli mengungkapkan, ada empat paket pekerjaan JLS yang tengah dikerjalan.

Untuk Pengesahan Anggota Baru PSHT, Polres Tulungagung Kerahkan Pengamanan Besar-besaran

Tak Pakai Masker saat Kendarai Mobil, Dokter Kota Blitar Terjaring Razia Petugas: Perlu Sosialisasi

Selain Lot 6 dan Lot 7, ada Lot 8 di Kabupaten Jember serta Lot 9 di Balekambang Kabupaten Malang.

Progres Lot 8 saat ini sudah mencapai 42 persen.

"Selain pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB), ada juga paket dari APBN. Meski tidak besar, dua sampai enam kilometer karena keterbatasan dana," sambung Sodeli.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved