Teriak Lihat Rampok Congkel Jendela, PRT Gresik Ini Dipukuli Pakai Linggis, Lemas Bersimbah Darah
PRT warga Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik dianaya linggis kawanan rampok. Luka berat di leher, bahu, dan tangan, dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
TRIBUNNATIM.COM, GRESIK - Nasib apes menimpa Risma, pembantu rumah tangga (PRT) warga Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Baru sepekan bekerja, dirinya menjadi korban penganiayaan kawanan rampok pada Sabtu (12/9/2020) dini hari.
Akibat kejadian yang menimpanya itu, Risma dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya, karena mengalami luka berat di bagian leher, bahu dan tangannya.
• Peluang Baru Iklim Investasi di Kota Industri, Berkah RUU Cipta Kerja, Lapangan Kerja Mudah Dibuka
• Lyon dan Barcelona Capai Kata Sepakat, Memphis Depay Segera Merumput Bersama Blaugrana
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jatim, remaja yang masih berusia belasan tahun ini awalnya tidur di kamar lantai dua rumah majikannya bernama Teguh Heru di Perum Bumi Cermai Apsari blok.HH no.12 A.
Nah, saat beristirahat, ia mendengar suara jendela kamarnya terbuka pukul 03.00 WIB.
• Download Lagu MP3 Layang Kangen Didi Kempot, Lengkap dengan Lirik, Chord Gitar, dan Video Musiknya
• SYARAT Dapat Bantuan Uang Santunan Rp 15 Juta untuk Keluarga Pasien yang Meninggal karena Covid-19
Ternyata ada dua perampok, mencongkel jendela kamarnya, untuk masuk ke dalam rumah korban.
Sontak saja, ia berteriak sekencang-kencangnya. Kemudian, salah satu pelaku langsung membekap, satu pelaku lainnya menganiaya menggunakan linggis.
Pemilik rumah, Teguh bersama istrinya yang tidur di lantai satu langsung naik ke lantai atas usai mendengar teriakan.
Di sana, Teguh hanya melihat pembantunya tergolek lemas bersimbah darah sambil memegang leher.
"Yang tertinggal hanya linggis menancap di kasur dan sebungkus rokok saja. Tidak ada barang yang hilang," ujar Riyanto warga sekitar, Selasa (15/9/2020).
Pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang itu sudah pergi.
Riyanto mengatakan, kondisi Risma mulai membaik. Saat ini korban sedang menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina untuk mengobati luka di bahu dan jari.
Setelah itu korban langsung melaporkan ke Polsek Cerme. Petugas juga telah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa sejumlah saksi.
Kapolsek Cerme, AKP Nur Amin membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan tersebut. Hanya saja hingga saat ini masih bisa belum memberikan keterangan kasus pencurian dengan kekerasan ini.
"Masih dalam penyelidikan," pungkasnya.
Penulis: Willy Abraham
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pembantu-di-perum-bumi-apsari-dianiaya.jpg)