Breaking News:

Ibu Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai, Sang Putri Ungkap 1 Kejadian: Mulai Gelisah

Ibu di Ponorogo ditemukan tak bernyawa di dasar sungai kawasan Hutan Pinus, Desa Baosan Lor. Sakit vertigo dan sakit gigi diduga jadi penyebab.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
SR (55) perempuan warga Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo yang ditemukan tak bernyawa di dasar kedung atau cekungan sungai di kawasan Hutan Pinus, Desa Baosan Lor. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - SR (55) seorang perempuan warga Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo ditemukan tak bernyawa di dasar kedung atau cekungan sungai di kawasan Hutan Pinus, Desa Baosan Lor.

Kapolsek Ngrayun, AKP Suroso mengatakan, SR diduga bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke dalam kedung atau belik sedalam kurang lebih 1 meter.

"Korban ini mempunyai sakit vertigo dan sakit gigi yang tidak kunjung sembuh dan pernah dirawat di rumah sakit," kata Suroso, Rabu (16/9/2020).

Enggan Menyapu Fasum, 11 Warga Bangkalan yang Tidak Pakai Masker Memilih Bayar Denda Rp 50 Ribu

Syekh Ali Jaber Akan Mengisi Acara di Jawa Timur Setelah Insiden Penusukan, Ini Kata Polda Jatim

Suroso menceritakan pada hari Jumat, 4 September 2020 lalu korban sudah di bawa keluarganya berobat ke Puskesmas Ngrayun dan direkomendasikan untuk dirujuk dan opname di Rumah sakit Aisyah

"Opname di rumah sakitnya selama 4 hari lalu pulang," kata Suroso.

Setelah itu pada hari Senin 14 September 2020, menurut anak korban, ibunya mulai gelisah atau tidak tenang di rumah.

Download Lagu MP3 Jadi Kekasihku Saja Keisya Levronka, Lengkap dengan Lirik Lagu dan Video Klipnya

Disperumkim Kabupaten Tulungagung Mendata Aset Bekas Kali Mati dan Stren Kali

"Keesokan harinya korban masih membuatkan kopi untuk dihidangkan kepada tamu dan suaminya lalu keluar rumah," ucapnya.

Sepuluh menit kemudian anaknya mencari keberadaan korban di sekitar rumah namun tidak ketemu.

"Anak dan suami korban lalu minta tolong kepada masyarakat sekitar untuk mencari korban," jelasnya.

Kemudian pada pukul 10:30 WIB korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi tengadah tenggelam di dasar kedung atau belik tersebut.

"Dari keterangan team Medis, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau aniaya," kata Suroso

"Korban meninggal dunia diduga karena saluran pernapasan tersumbat air akibat tenggelam," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved