Virus Corona di Jawa Timur
Gubernur Khofifah Kucurkan Rp 28 M untuk Pemulihan Ekonomi Pedesaan Lewat Jatim Puspa dan BKK BUMDes
Anggaran Rp 28 miliar disiapkan Pemprov Jawa Timur dan sebagian sudah disalurkan untuk program Jatim Puspa, serta bantuan keuangan khusus untuk BUMDes
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemulihan ekonomi di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ) terus dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Selain dalam bentuk pembagian bansos, kini Khofifah Indar Parawansa juga gencar menyalurkan hibah berupa bantuan keuangan khusus bagi usaha-usaha mikro di pedesaan.
Tak kurang, anggaran sebesar Rp 28 miliar telah disiapkan Pemprov Jawa Timur dan sebagian sudah disalurkan untuk program tersebut, yaitu program Jatim Pemberdayaan Usaha Perempuan (Puspa) serta bantuan keuangan khusus untuk BUMD Desa (BUMDes).
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, khusus program Jatim Puspa di tahun 2020 ini sudah dialokasikan anggaran Rp 23,7 miliar.
"Program ini kita memberikan stimulan modal usaha produktif senilai Rp 2,5 juta setiap penerima manfaat (KPM)," terang Khofifah Indar Parawansa, Selasa (22/9/2020).
• 27 Dokter di Jawa Timur Meninggal Akibat Terpapar Covid-19, Terbanyak Dokter Praktik Pribadi
• Tak Melarang Perbedaan Pilihan di Pilkada Tuban 2020, Ketua PWNU Jawa Timur: Itu Tidak Masalah
KPM dari program Jatim Puspa ini adalah rumah tangga miskin berbasis perempuan untuk didorong agar bisa memiliki usaha yang mapan yang bisa meningkatkan ekonomi keluarga.
Dengan harapan jika mereka berdaya maka mereka akan dapat keluar dari garis batas kemiskinan.
Lebih lanjut disampaikan Khofifah Indar Parawansa, kini pihaknya tengah aktif melakukan menyaluran dana hibah Jatim Puspa. Di mana pendistribusiannya diprioritaskan di 15 kabupaten Jawa Timur yang kini menjadi zona-zona kemiskinan.
"Datanya dari mana? Kita punya datanya dari hasil rekomendasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Di tahun ini sasaran KPM kita untuk Jatim Puspa ada 7.981 KPM pelaku usaha produktif berbasis perempuan," tegasnya.
• Khofifah Salurkan Bantuan Ventilator ke RS Rujukan Covid-19 di 7 Daerah, Penguatan Layanan Kuratif
• 127 Nakes Kontak Erat Pasien Covid-19 di RSUD dr Soedono Kota Madiun Jalani Tes Swab, Ini Hasilnya
Lebih khususnya, sasaran penerima bantuan Jatim Puspa adalah kelompok sasaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah graduasi mandiri sejahtera.
Yaitu rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 8-12 persen terendah yang memiliki anggota rumah tangga perempuan usia produktif dan memiliki anak masih sekolah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial.
Dikatakan gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini, pemulihan ekonomi di kawasan pedesaan harus terus didorong.
Terlebih di era pandemi saat ini, Pemprov Jawa Timur harus memutar akal lebih keras agar tidak lagi terjadi kontraksi ekonomi sebagaimana terjadi di semester satu tahun ini. Di mana Jawa Timur mengalami kontraksi ekonomi sampai minus 5,9 persen.
• Uang Hasil Korupsi Pegawai BRI di Madiun Sebesar Rp 2,1 M Ludes Dipakai untuk Judi Bola Online
• Minta Pasien Covid-19 Tak Diisolasi Mandiri, Gubernur Khofifah: Tak Punya RS Darurat, Sewa Hotel
Selain bantuan keuangan khusus Jatim Puspa, Pemprov Jawa Timur juga mengucurkan bantuan untuk BUMDes.