Breaking News:

Penanganan Covid

Dindik Jatim Bolehkan Siswa SMK untuk Magang, Tetap Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Dinas Pendidikan Jawa Timur menyebut, siswa di jenjang SMK yang membutuhkan magang dipersilakan untuk mengambil kesempatan magang.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Uji coba pembelajaran tatap muka di SMK PGRI 2 Ponorogo, Selasa (18/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi menyebut, siswa di jenjang SMK yang membutuhkan magang dipersilakan untuk mengambil kesempatan magang.

Namun syaratnya semua proses magang di perusahaan maupun industri harus dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan virus Corona ( Covid-19 ) secara ketat.

“Siswa SMK yang butuh untuk kerja praktik, magang, diperkenankan, tapi tetap, protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan,” kata Wahid Wahyudi pada TribunJatim.com, Kamis (15/10/2020).

Penerapan protokol kesehatan harus dijamin oleh perusahaan yang menyelenggarakan magang maupun siswa yang mengikuti magang atau kerja praktik.

Wahid Wahyudi menegaskan, bagi siswa SMK memang sangat tidak dimungkinkan untuk tidak melakukan pembelajaran secara praktik. Sebab persentase pembelajarannya sendiri lebih dari 50 persen adalah praktik.

Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur bersama Pemprov Jatim mengambil kebijakan untuk membolehkan siswa yang butuh untuk kerja praktik.

Baca juga: Petani Mangga Pasuruan Keluhkan Soal Kesulitan Produksi hingga Pemasaran ke DPRD Jawa Timur

Baca juga: Bantuan Jaring Pengaman Sosial Bagi 2.000 Warga Jatim di Jabodetabek Ditarget Rampung Bulan Oktober

“Bahkan sekarang itu siswa di sekolah yang uji coba tatap muka juga sudah mulai praktik, tapi tetap protokol kesehatan. Dan untuk pelajaran teorinya tetap dioptimalkan dilakukan secara daring,” tegasnya.

Wahid Wahyudi menegaskan, saat ini Provinsi Jawa Timur sudah terbebas dari zona merah. Dan saat ini pihaknya bersama Pemprov Jatim tengah merumuskan untuk penambahan sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah.

Alasannya, pertama dari hasil evaluasi pembelajaran jarak jauh dan via daring memang menimbulkan banyak kelemahan. Bahkan ada penurunan kualitas dalam hal siswa melakukan penyerapan terhadap materi ajar.

Baca juga: Akibat Layang-layang Nyangkut, Listrik di Delapan Kota/Kabupaten di Jawa Timur Padam

Baca juga: Sahat Tua Simanjuntak Apresiasi Capaian Pemerintah Provinsi di HUT Pemprov Jatim ke-75

“Bisa jadi karena guru dan murid memang belum siap, belum memiliki sistem yang baku dalam metode ajarnya, metode belajarnya. Bahkan untuk mapel matematika, fisika, kimia dan juga bagi siswa SMK tidak bisa memang kalau hanya daring,” tegasnya.

Namun ia yakin, kekurangan dari pembelajaran daring ini akan bisa teratasi jika guru dan siswa mulai menemukan formula yang tepat. Sehingga apa yang menjadi kelemahan bisa diatasi dan siswa tetap bisa menyerap pembelajaran dengan baik dan kualitas pendidikan tidak menurun.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved