Batu Bata Diduga Peninggalan Sejarah Ditemukan di Alas Kasinan, BPCB Trowulan: Persis di Songgoriti
Ditemukan batu bata diduga bagian situs oleh warga Desa Pesanggrahan. Pertama kali ditemukan pertengahan September di Alas Kasinan.
Penulis: Benni Indo | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Warga Desa Pesanggrahan menemukan batu bata yang diduga kuat merupakan peninggalan masa lampau.
Batu bata tersebut ditemukan di Alas Kasinan, pada pertengahan September.
Gus Imam ialah warga sekitar yang pertama kali menemukan batu bata diduga bagian situs itu bersama rekannya.
Baca juga: Avanza Terbang Tabrak Air Mancur di Perempatan Jalan Pemuda Surabaya, Pengemudi Diduga Mabuk
Baca juga: Download Lagu MP3 Anak Konco Dewe Nella Kharisma, Dangdut Koplo Populer, Ada Lirik dan Kunci Gitar
Saat itu, ia bersama temannya sedang mencari kayu Tlogosari. Dilihatnya, ada bebatuan di bawah pohon Tlogosari.
Ia pun langsung menyadari bahwa batu bata itu adalah bagian dari situs.
"Di bawah pohon banyak batu bata berceceran. Kemudian saya telusuri sampai ke atas banyak terpendam," ujar Imam, Selasa (20/10/2020).
Baca juga: Kapolda Jatim Hadiri Deklarasi Damai Wani Jogo Suroboyo Sekaligus Beri Pesan ke Pendemo
Baca juga: Eri Cahyadi Pastikan Kelanjutan Pembangunan Kampung: Penataan Fisik sampai Tingkatkan Kualitas SDM
Setelah menemukan batu bata itu, Imam melaporkan ke pihak berwajib. Dia berharap, pihak berwajib dapat merawat dan melestarikan jika memang batu bata tersebut adalah bagian dari sebuah situs.
"Di atas juga ada batu seperti yang terdapat di candi," katanya.
Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur, Hariyoto mengatakan, batu bata merah yang ditemukan memiliki variasi ukuran. Batu bata yang sempat diukur memiliki panjang 33 Cm, lebar 20 Cm dan ketebalan 8 Cm.
"Temuan ini akan kami laporkan ke kepala untuk ditindaklanjuti," ujar Hariyoto.
Pihaknya belum bisa memastikan batu bata yang ditemukan itu berasal dari zaman apa. Kepastiannya akan terungkap setelah dilakukan ekskavasi situs.
"Nanti ada arkeolog turun ke lapangan untuk memastikan itu peninggalan apa," imbuh Hariyoto.
Pihak desa dan warga disarankan mengirim surat ke BPCB Trowulan agar ada tindak lanjut di lokasi temuan. Pasalnya, bisa jadi temuan itu merupakan cagar budaya.
"Kalau dilihat batanya, persis dengan yang di Songgoriti," terang Hariyoto.
Tjipto Nur, warga Dusun Wonocari, tempat situs ditemukan menambahkan bahwa hutan Kasinan merupakan hutan adat yang telah terbentuk sejak zaman nenek moyangnya. Hutan tersebut menjadi warisan dari nenek moyang untuk generasi penerusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/temuan-batu-bata-kawasan-hutan-alaska.jpg)