Penanganan Covid
Pariwisata Kediri Bersiap Buka Kembali, Pemilik Desa Wisata Diberi Pelatihan Protokol Kesehatan
Disparbud Kabupaten Kediri menggelar pelatihan di Wisata Jambu Desa Tegowangi. Mulai persiapan membuka sektor pariwisata dengan edukasi prokes.
Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menggelar pelatihan pengembangan desa wisata bagi masyarakat di era new normal.
Kegiatan tersebut berlangsung di Wisata Jambu Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada 26 - 27 Oktober 2020.
Kegiatan ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, seiring dengan kasus virus Corona ( Covid-19 ) yang menurun dan mulai persiapan untuk membuka sektor pariwisata.
Baca juga: Tanam Mindset Merawat Diri Ala Dokter Estetika Amelia Gonta: Sehat dan Cantik Tanpa Paksaan
Baca juga: Dispendukcapil Surabaya Datang Minta Maaf Pada Yaidah: Mengurus Akta Kematian Tak Perlu ke Jakarta
Pasalnya, sebelum dibuka kembali dibutuhkan pelatihan khusus bagi pemilik usaha wisata desa di Kabupaten Kediri agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Zainal Arifin Kabid Pengembangan Pariwisata mengatakan bahwa pihaknya menggelar acara tersebut sebagai edukasi kepada masyarakat dan persiapan saat pariwisata sudah dibuka kembali.
"Kegiatan ini sangat penting tentu untuk mendukung industri pariwisata yang ada di Kabupaten Kediri. Melalui kegiatan pelatihan Homestay ini diharapkan bisa meningkatkan keterampilan para pemilik Desa Wisata Home Stay saat semuanya sudah mulai new normal," ucapnya.
Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: 15 Daerah Zona Oranye di Jatim hingga Emak-emak di Tulungagung Jualan Togel
Baca juga: Hasil Real Madrid Vs Moenchengladbach - Los Blancos Ditahan Imbang Wakil Jerman
Saat ini pihaknya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Kediri atau Gugus Tugas Covid-19 terkait kelanjutan simulasi pelaksanaan Pariwisata.
"Kami masih menunggu keputusan dari pimpinan. Akan tetapi yang penting minimal kita sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan beberapa pelaku usaha di sektor wisata untuk menerapkan protokol kesehatan dan pelatihan seperti ini," terang Zainal.
Selain itu menurut Zainal telah memonitor sejumlah tempat Desa Wisata yang sudah dibuka terutama dalam hal penerepan protokol kesehatan.
"Kita masih pantau semuanya tetrutama dalam hal protokol kesehatan. Terkait simulasi pelaksanaan Pariwisata kami masih tunggu Gugus Tugas selaku pihak yang berwenang dalam hal ini," tuturnya.
Pihak Disparbud syarat pariwisata bisa segera dibuka meskipun dilakukan secara bertahap.
"Karena hal ini adalah masalah ekonomi, tentu jika di buka wisata ini sangat membantu mereka pelaku usaha desa wisata di Kabupaten Kediri," tandasnya.
Perlu diketahui saat penyampaian materi ini juga datangkan Ketua Pokdarwis Jatim Purnomo Ansori.
Purnomo Ansori menyampaikan sejumlah materi terkait keberhasilan pengelolahan Desa Wisata yang sudah dilakukan di Kabupaten Malang.
Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Heftys Suud