Breaking News:

Penanganan Covid

Tekan Sebaran Covid-19, Banyuwangi Beri Perhatian Khusus Kelompok Rentan dan Galakkan Posbindu-PTM

Tekan sebaran virus Corona, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi beri perhatian khusus kelompok rentan dan galakkan posbindu-PTM.

SURYA/HAORRAHMAN
Pemkab Banyuwangi melakukan pendataan dengan melibatkan aparat kecamatan dan desa, serta petugas puskesmas. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus melakukan upaya menekan penyebaran virus Corona ( Covid-19 ).

Salah satunya, secara khusus memperhatikan kesehatan kelompok rentan, yakni para lanjut usia dan orang-orang dengan penyakit penyerta (komorbid).

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono menjelaskan, salah satu cara penanganan Covid-19, khususnya menekan angka kematian akibat virus tersebut, Banyuwangi akan melakukan pendataan pada kelompok usia renta dan warga yang memiliki penyakit bawaan.

Baca juga: Bongkar Sindikat Produsen Uang Palsu Antar Provinsi di Jawa, Polisi Temukan Rp 10 Miliar Uang Palsu

Baca juga: Kantor Disporapar Kota Malang Ditutup Sementara Seusai Ada ASN Positif Covid-19

Di Banyuwangi sendiri, sekitar 83 persen pasien Covid-19 meninggal dunia adalah orang-orang dengan penyakit komorbid dan lanjut usia.

"Beberapa penyakit bawaan yang kerap ditemui dalam kasus kematian pasien positif Covid-19 adalah hipertensi, diabetes, ginjal, jantung dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kami mengimbau untuk mewaspadai penularan terhadap kelompok rentan yang terdiri dari lansia dan penderita penyakit bawaan," kata Rio, panggilan akrab Widji Lestariono.

Untuk menekan resiko pada kelompok renta, Pemkab akan melakukan pendataan dengan melibatkan aparat kecamatan dan desa, serta petugas puskesmas.

Baca juga: Malang Jejeg Tak Tinggal Diam Sikapi Dugaan Perusakan Banner, Akan Bawa ke Ranah Hukum

Baca juga: Setelah Ramai, Pupuk yang Diduga Palsu Menghilang dari Tanggunggunung Tulungagung

"Kepala Desa dan Camat akan mencatat siapa saja warganya yang usianya di atas 50 tahun serta yang punya penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma, kanker, dan gagal ginjal. Dari data itu, nanti puskesmas yang akan melakukan treatment kepada mereka,” kata Rio.

Upaya lain untuk menekan risiko kematian pada kelompok renta ialah dengan mengaktifkan kembali program posbindu-PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) yang sempat tidak beroperasi selama pandemi.

Posbindu kali ini akan difokuskan pada penanganan usia renta dan yang punya penyakit bawaan.

“Sekarang Posbindu-PTM kembali diaktifkan dengan sejumlah modifikasi. Dahulu, Posbindu-PTM hanya untuk pemantauan kesehatan. Namun kini, posbindu juga kami arahkan untuk penanganan penyakit. Sehingga warga tidak hanya diperiksa, tetapi juga langsung diberi pengobatan secara gratis,” tutur Rio.

Dalam Posbindu-PTM, warga biasanya diminta tes gula darah, tekanan darah, kolesterol dan lainnya. Warga yang memiliki masalah kesehatan akan mendapat rujukan untuk berobat ke puskesmas.

"Khusus selama pandemi ini, Posbindu-PTM langsung memberikan pengobatan sebagai langkah pengendalian penyakit yang dapat meningkatkan risiko kematian saat tertular Covid-19," pungkasnya.

Penulis: Haorrahman

Editor: Heftys Suud

Penulis: Haorrahman
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved