RPH Modern di Pare Masuk Tahap Finishing, Pemkab Kediri Target Awal 2021 Bisa Diresmikan dan Dipakai

Pembangunan RPH Pare ditarget bisa diresmikan dan dipakai pada awal 2021. Begini kata Pemerintah Kabupaten Kediri.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Hefty Suud
SURYA/FARID MUKARROM
Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri masuki tahapan finishing. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri melanjutkan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Pare.

Pembangunan kini telah memasuki tahapan finishing. Akhir tahun atau awal 2021, RPH Pare bisa diresmikan dan operasionalkan.

Tujuan progam pembangunan ini adalah untuk meningkatkan hasil produksi daging di Kabupaten Kediri.

Baca juga: Misteri Kereta Jalan Sendiri ke Stasiun Malang Kotalama, Kuak Cerita Tahun 90an: Mereka Agak Jail

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur di Tahun 2021 Akan Jadi Upaya Mengejar Target di Tahun Ini

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan, pembangunan RPH di Desa Pelem, Kecamatan Pare Ini dibangun di atas lahan seluas 2 hektare.

"Pembangunan RPH ini sudah sesuai standar kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet). Saat ini pembangunannya sudah mencapai 80 persen dan sebentar lagi selesai." ungkapnya Kamis (19/11/2020).

Tutik Purwaningsih juga menyampaikan bahwa pembangunan ini memiliki sejumlah fasilitas, mulai dari kantor utama, kantor administrasi, ruang pemotongan hewan yang dilengkapi alat restrain box, rel gantung karkas dan ruang uji laboratorium.

Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri masuki tahapan finishing.
Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri masuki tahapan finishing. (SURYA/FARID MUKARROM)

"Nanti disana juga terdapat ruangan pelayuan karkas atau daging, cool storage, ruang pemeriksaan post mortum, pemeriksaan ante mortum, ruang pemotongan hewan darurat kandang penampungan ternak sementara. Tak hanya itu disana juga dibangun rumah rumen, ipal, tempat penurunan sapi, mushola serta mess dokter dan pos jaga," jelasnya.

Oleh sebab itu Tutik menjamin bahwa bangunan RPH Pare ini sudah sesuai dengan standar UU Kesmavet.

"Saya berharap ke depan RPH ini diharapkan menjadi pilot project RPH modern, dimana hampir 100% menggunakan mekanisasi mesin. Sehingga dengan kelebihan tersebut diharapkan semua produk yang dikeluarkan dari RPH ini menganut standar aman, sehat, utuh dan halal,” imbuhnya.

Sementara itu untuk kapasitas sapi yang mampu dipotong di RPH Pare total ada 30 ekor dalam satu hari. 

"Insyaallah dengan sistem mekanis dari mesin higienitas daging yang dihasilkan akan terjaga dengan baik," pungkasnya.

Penulis: Farid Mukarrom

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved