Breaking News:

Pilkada Tuban

Antisipasi Klaster Covid-19 di Pilkada Tuban 2020, Semua Elemen Lakukan Berbagai Upaya Pencegahan

KPU Tuban sudah mengimbau secara tertulis kepada masing-masing paslon dan tim pemenangan untuk menerapkan protokol kesehatan, dalam setiap kampanye.

TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Pasangan Cabup-Cawabup Pilkada Tuban 2020 saat pengundian nomor urut, Kamis (24/9/2020). Riyadi (paling kanan) tampak sujud syukur. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pelaksanaan Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara Pemilu. 

Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ( virus Corona ) berbeda dengan pelaksanaan sebelum-sebelumnya. 

Penyelenggara diminta mempersiapkan segala aturan agar tidak terjadi klaster virus Corona, yang bisa mengancam keselamatan jiwa. 

Komisioner KPU Tuban Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Zakiyatul Munawaroh mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya agar tidak terjadi klaster Covid-19.

Jajaran badan adhoc mulai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beserta sekretariat, Panitia Pemungutan Suara (PPS) beserta sekretariat, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan petugas ketertiban TPS, wajib menerapkan protokol kesehatan, termasuk rapid test

KPU juga sudah mengimbau secara tertulis kepada masing-masing paslon dan tim pemenangan untuk menerapkan protokol kesehatan, dalam setiap kegiatan kampanye.

Baca juga: Datang Langsung ke Tuban, Ganjar Pranowo Ajak Kader Banteng Menangkan Pasangan Setianegara

Bahkan, dalam setiap kegiatan pihaknya selalu melibatkan dan menginformasikan kepada Satgas Pencegahan Covid-19. 

"Penerapan protokol kesehatan untuk jajaran KPU sudah dilakukan, imbauan kepada paslon juga sudah, termasuk untuk tatap muka dan dialog maksimal 50 orang yang hadir. Calon juga sudah ada yang melakukan kampanye virtual atau online," ujarnya, Minggu (29/11/2020). 

Anggota Bawaslu Kabupaten Tuban, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, M Arifin menyatakan, bagi calon yang melanggar protokol kesehatan bisa diberi peringatan tertulis hingga sanksi lanjutan sebagaimana peraturan perundang-undangan. 

Halaman
123
Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved