Virus Corona di Jember
Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jember Meningkat, Satgas Ingatkan: Jangan ke Faskes Ketika Kritis
Kabupaten Jember alami peningkatan angka kematian akibat Covid-19. Jubir Satgas Gatot Triyono ingatkan jangan ke Faskes ketika sudah kritis.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Hefty Suud
Gatot menerangkan, banyak pasien yang sebelumnya menyepelekan gejala-gejala ringan yang diderita dan tidak segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dia mengakui selama pandemi ini, ada stigma dari masyarakat jika berobat ke rumah sakit akan 'dicovidkan'. Dicovidkan maksudnya didiagnosa terpapar Virus Corona 2019 (Covid-19).
“Ada stigma seperti itu di masyarakat, sehingga khawatir ke rumah sakit ketika ada keluhan. Akhirnya datang ke rumah sakit ketika sudah parah," imbuhnya.
Dia meminta masyarakat mengubah stigma tersebut. Sebab, imbuhnya, secara gampang mendiagnosa seseorang terpapar Covid-19.
Dia menambahkan, berbagai cara telah dilakukan Satgas Covid-19 agar masyarakat mengetahui betapa pentingnya mengenali penyebab faktor kematian karena Corona.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi, baik melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk membantu satgas memberikan imbauan dan mengedukasi masyarakat, supaya masyarakat tidak takut lagi periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ringan,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RSD dr Soebandi Jember dr Hendro Soelistijono saat di acara rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Jember, menegaskan, tidak gampang 'mengcovidkan' pasien.
"Saya tegaskan, tidak benar rumah sakit secara gampang 'mengcovidkan' pasien. Karena memang tidak semudah itu. Seseorang terpapar Covid-19 itu berdasarkan hasil laboratorium. Dan tidak ada untungnya bagi rumah sakit secara mudah mengcovidkan pasien," tegas Hendro.
Hendro menambahkan, kepada mereka yang memiliki gejala klinis seperti batuk, indra penciuman dan perasa berubah, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Berubahnya indra penciuman dan perasa, katanya, menjadi gejala awal untuk mendeteksi dini paparan Covid-19
Berdasarkan data, sampai 2 Desember 2020, jumlah kematian karena Covid-19 di Jember mencapai 122 kasus dari 2.571 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Penulis : Sri Wahyunik
Editor: Heftys Suud